Home KajianAnak Kecil Ikut Shalat Jamaah di Masjid, Apakah Memutus Shaf?

Anak Kecil Ikut Shalat Jamaah di Masjid, Apakah Memutus Shaf?

Jangan sampai ketidaksempurnaan seorang anak membuat kita justru membuatnya takut kepada masjid.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Keberadaan anak-anak di masjid merupakan pemandangan yang seharusnya menggembirakan. Masjid bukan hanya tempat bagi orang dewasa, tetapi juga tempat mendidik generasi agar mencintai shalat, Al-Qur’an, dan rumah Allah.

Namun, terkadang muncul pertanyaan: Apakah anak kecil yang ikut shalat berjamaah bersama orang dewasa boleh ditempatkan di dalam shaf? Apakah keberadaan mereka memutus shaf?

Syaikh Khalid Al-Mushlih pernah ditanya mengenai peserta halaqah tahfiz yang berusia sekitar 6–10 tahun. Mereka ikut shalat berjamaah bersama orang dewasa dan berada di shaf-shaf awal. Sebagian dari mereka terkadang menoleh ketika shalat. Apakah keberadaan mereka menyebabkan shaf terputus?

BACA JUGA: Hadits: Malaikat Mendoakan Orang yang Menunggu Shalat

Beliau menjawab:

“Tidak mengapa mereka ikut shalat dan boleh menempatkan mereka di dalam shaf. Anak-anak yang telah berusia tujuh tahun memang diperintahkan untuk melaksanakan shalat. Shalat mereka sah, dan keberadaan mereka di dalam shaf juga sah. Mereka tidak memutus shaf.”

Adapun jika anak-anak tersebut melakukan kekurangan dalam perkara-perkara wajib dalam shalat, hendaknya mereka diperingatkan, dibimbing, dan diajari.

Hal ini merupakan pelajaran penting bagi para orang tua dan jamaah.

Anak-anak memang belum seperti orang dewasa. Mereka masih belajar. Terkadang mereka menoleh, bergerak, atau belum mampu menjaga kekhusyukan dengan sempurna.

Namun, kekurangan tersebut bukan alasan untuk mengusir mereka dari shaf atau menjauhkan mereka dari masjid.

Justru masjid adalah tempat mereka belajar menjadi seorang Muslim.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perintahkan anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)

Karena itu, membiasakan anak shalat sejak kecil merupakan bagian dari pendidikan yang sangat penting.

Anak yang sejak kecil akrab dengan masjid akan memiliki kenangan dan kecintaan terhadap masjid. Ia akan belajar mengikuti gerakan imam, menjaga shaf, mendengarkan bacaan Al-Qur’an, dan belajar adab ketika berada di rumah Allah.

Tentu, pendidikan tetap diperlukan.

Jika anak bermain, menoleh berlebihan, atau mengganggu jamaah lain, jangan langsung dimarahi dengan keras. Arahkan dengan lembut. Berikan pemahaman. Ajarkan adab shalat secara bertahap.

BACA JUGA: Usia Berapa Anak Mulai Diperintahkan Shalat?

Orang dewasa juga perlu memiliki kesabaran.

Jangan sampai ketidaksempurnaan seorang anak membuat kita justru membuatnya takut kepada masjid.

Ajari anak mencintai masjid sebelum kita menuntutnya sempurna di dalam masjid.

Biarkan mereka belajar.

Biarkan mereka bertumbuh.

Bimbing mereka dengan sabar.

Sebab anak-anak yang hari ini berdiri di shaf bersama kita adalah generasi yang kelak akan memenuhi masjid ketika kita sudah tidak lagi mampu berdiri di dalamnya.

Jangan putuskan mereka dari shaf. Justru sambut mereka dalam shaf dan ajari mereka bagaimana menjadi bagian dari jamaah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119