Home Yaumul HisabKeadaan Kita Kelak di Akhirat

Keadaan Kita Kelak di Akhirat

Biasakan kebaikan hari ini, agar ketika kematian datang, kita berada di atas kebaikan.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Sungguh, seorang hamba akan mati sebagaimana kebiasaan hidupnya, dan dia akan dibangkitkan sebagaimana keadaan matinya.”
(Miftah Daris Sa‘adah, 1/94)

Ucapan ini mengandung nasihat yang sangat dalam.

Kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Ia adalah pintu menuju kehidupan yang lebih panjang dan kekal. Karena itu, keadaan seseorang ketika hidup sangat menentukan bagaimana ia akan menghadapi kematian dan kehidupan setelahnya.

Seseorang yang membiasakan dirinya hidup dalam ketaatan akan lebih mudah mengakhiri hidupnya dengan kebaikan. Sebaliknya, orang yang membiasakan diri dengan kemaksiatan berada dalam bahaya besar apabila ajal datang ketika ia sedang melakukan keburukan.

BACA JUGA:  Jadikanlah Akhirat sebagai Tujuan Hidupmu

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan ketika ia meninggal.” (HR. Muslim)

Maka, jangan hanya berharap mendapatkan akhir yang baik tanpa membiasakan diri melakukan kebaikan sejak sekarang.

Jika ingin meninggal dalam keadaan membaca Al-Qur’an, maka dekatilah Al-Qur’an selama masih hidup.

Jika ingin meninggal dalam keadaan berdzikir, maka biasakan lisan dengan zikir.

Jika ingin meninggal dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah sujud kepada Allah.

Jika ingin bertemu Allah dalam keadaan dicintai-Nya, maka berusahalah menjalani hidup dalam ketaatan kepada-Nya.

Kita tidak tahu kapan kematian akan datang.

Ajal tidak menunggu seseorang menjadi tua. Tidak menunggu semua urusan selesai. Tidak menunggu seseorang merasa siap.

Karena itu, yang perlu dipersiapkan bukan hanya rumah untuk ditinggalkan, harta untuk diwariskan, atau keluarga yang akan berduka.

Yang paling penting adalah amal yang akan kita bawa menghadap Allah.

Allah Ta‘ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu melihat kembali apa yang telah kita persiapkan untuk kehidupan akhirat.

BACA JUGA:  Bagaimanakah Terjadinya Perubahan Tubuh di Akhirat dari Keadaannya di Dunia?

Bagaimana keadaan shalat kita?

Bagaimana hubungan kita dengan Al-Qur’an?

Bagaimana lisan kita?

Bagaimana hati kita?

Bagaimana hubungan kita dengan orang tua, pasangan, anak, tetangga, dan sesama Muslim?

Jangan sampai kita sibuk memperbaiki kehidupan dunia, tetapi lupa mempersiapkan kehidupan setelah kematian.

Hidup adalah kesempatan untuk membentuk kebiasaan.

Biasakan kebaikan hari ini, agar ketika kematian datang, kita berada di atas kebaikan.

Sebab kita tidak tahu kapan ajal menjemput.

Namun, kita masih bisa memilih dalam keadaan seperti apa kita ingin menghadap Allah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119