Home Tsaqofah3 Manusia yang Dibenci Allah

3 Manusia yang Dibenci Allah

Siapa pun kita, jangan sampai keadaan menjadi alasan untuk menjauh dari Allah.

by Abu Umar
0 comments 19 views

Ada tiga golongan manusia yang patut menjadi bahan renungan bagi setiap Muslim. Bukan karena keadaan mereka, tetapi karena sikap dan perilaku yang mereka pilih di tengah keadaan tersebut.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Ada tiga jenis manusia yang sangat dibenci oleh Allah:

Pertama, orang tua yang bodoh dalam urusan agama.

Kedua, orang kaya yang zalim.

Ketiga, orang miskin yang sombong.”

(Adz-Dzuhud karya Imam Al-Maushili, hlm. 101)

BACA JUGA:  Mengapa Allah Membiarkan Iblis Menyesatkan Manusia?

1. Orang Tua yang Bodoh dalam Urusan Agama

Usia seharusnya membuat seseorang semakin dekat kepada Allah. Bertambahnya umur semestinya diiringi bertambahnya ilmu, pengalaman, dan ketakwaan.

Namun, sangat disayangkan apabila seseorang telah lanjut usia tetapi tidak peduli dengan agamanya. Ia tidak berusaha mempelajari kewajiban yang harus dilakukan, tidak mau memahami halal dan haram, dan tidak memiliki perhatian terhadap akhirat.

Usia bukan jaminan keselamatan.

Yang menyelamatkan seseorang adalah iman dan amal saleh.

Karena itu, selama masih diberikan kesempatan hidup, jangan pernah berhenti belajar agama. Jangan merasa terlalu tua untuk menuntut ilmu.

2. Orang Kaya yang Zalim

Kekayaan merupakan nikmat sekaligus ujian. Dengan harta, seseorang dapat bersedekah, membantu orang yang membutuhkan, dan menegakkan berbagai kebaikan.

Namun, ketika kekayaan membuat seseorang berbuat zalim, harta tersebut justru menjadi bencana.

Ia mengambil hak orang lain. Menipu. Menahan upah. Merampas. Meremehkan orang miskin. Atau menggunakan kekayaannya untuk menindas orang lain.

Allah Ta‘ala berfirman: “Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS. Ali ‘Imran: 57)

Harta tidak membuat seseorang mulia jika digunakan untuk kezaliman.

BACA JUGA:  Mengapa Takut Manusia, Lupa kepada Allah?

3. Orang Miskin yang Sombong

Sombong adalah penyakit hati yang tidak mengenal status sosial.

Seseorang bisa miskin tetapi merasa lebih baik daripada orang lain. Ia merendahkan sesama, enggan menerima nasihat, sulit mengakui kesalahan, dan merasa dirinya lebih tinggi.

Padahal kemuliaan tidak diukur dari harta.

Allah Ta‘ala berfirman: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Maka, siapa pun kita, jangan sampai keadaan menjadi alasan untuk menjauh dari Allah.

Jika kaya, jadilah orang kaya yang dermawan dan adil.

Jika miskin, jadilah orang miskin yang sabar dan rendah hati.

Jika usia bertambah, jadilah semakin berilmu dan semakin dekat kepada Allah.

Sebab yang menentukan kemuliaan seseorang bukan usia, kekayaan, atau kemiskinannya.

Yang menentukan adalah iman, ketakwaan, dan bagaimana ia menggunakan keadaan yang Allah berikan kepadanya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119