Home IbadahBeruntunglah Orang yang Banyak Beristighfar

Beruntunglah Orang yang Banyak Beristighfar

Bisa jadi, kalimat sederhana yang berulang kali kita ucapkan hari ini menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kita dan menjadi sesuatu yang sangat berat nilainya ketika catatan amal dibuka kelak.

by Abu Umar
0 comments 9 views

Istighfar adalah salah satu amalan yang ringan di lisan, tetapi memiliki keutamaan yang sangat besar. Dengan istighfar, seorang hamba mengakui kelemahan dirinya, menyadari dosa-dosanya, dan memohon kepada Allah agar Dia mengampuni serta memperbaiki keadaannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sungguh beruntung seseorang yang mendapati dalam catatan amalnya istighfar yang banyak.” (HR. Ibnu Majah no. 3818, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah)

Perhatikan sabda Rasulullah ﷺ tersebut. Beliau tidak mengatakan bahwa orang yang banyak harta adalah orang yang paling beruntung. Bukan pula orang yang memiliki kedudukan tinggi atau banyak pengikut.

BACA JUGA: Jika Rasulullah ﷺ Memperbanyak Istighfar, Bagaimana dengan Kita?

Orang yang beruntung adalah orang yang ketika catatan amalnya dibuka, ia mendapati banyak istighfar di dalamnya.

Mengapa?

Karena manusia tidak pernah lepas dari kesalahan. Ada dosa yang kita sadari, ada pula yang tidak kita sadari. Ada kesalahan dalam ucapan, pandangan, perbuatan, bahkan dalam hati.

Maka, seorang mukmin tidak boleh merasa dirinya telah bersih dari dosa. Ia justru senantiasa membutuhkan ampunan Allah.

Allah Ta‘ala berfirman:

“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan atau menzalimi dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia mendapati Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 110)

Istighfar juga bukan sekadar ucapan yang keluar dari lisan. Istighfar yang benar disertai kesadaran hati dan keinginan untuk meninggalkan dosa.

Di antara lafaz istighfar yang sederhana adalah:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah wa atuubu ilaih.

“Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Biasakan lisan kita dengan istighfar. Saat selesai shalat. Ketika menyadari kesalahan. Ketika mendapatkan kelapangan. Bahkan ketika tidak merasa melakukan dosa sekalipun.

Rasulullah ﷺ sendiri, manusia yang telah diampuni oleh Allah, tetap banyak beristighfar. Beliau bersabda:

“Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa beliau beristighfar kepada Allah seratus kali dalam sehari.

BACA JUGA: Keutamaan Memperbanyak Istighfar

Maka, jangan remehkan istighfar.

Bisa jadi, kalimat sederhana yang berulang kali kita ucapkan hari ini menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kita dan menjadi sesuatu yang sangat berat nilainya ketika catatan amal dibuka kelak.

Perbanyaklah istighfar.

Sebab kita tidak pernah tahu, dosa mana yang akan Allah ampuni, dan istighfar mana yang menjadi sebab keselamatan kita.

Astaghfirullah wa atuubu ilaih. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119