Home RenunganJika Rasulullah ﷺ Memperbanyak Istighfar, Bagaimana dengan Kita?

Jika Rasulullah ﷺ Memperbanyak Istighfar, Bagaimana dengan Kita?

Jangan pernah merasa dosa kita terlalu banyak untuk mendapatkan ampunan Allah.

by Abu Umar
0 comments 20 views

Istighfar bukan hanya untuk orang yang banyak melakukan dosa.

Istighfar adalah ibadah yang senantiasa dibutuhkan seorang mukmin, bahkan oleh orang-orang yang paling dekat dengan Allah.

Rasulullah ﷺ, manusia yang telah diampuni dosa-dosanya, justru memperbanyak istighfar dan taubat setiap hari.

Beliau bersabda:

وَاللهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي اليَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

“Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.”

📚 HR. Bukhari, dari Abu Hurairah رضي الله عنه

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bahkan bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.”

📚 HR. Muslim

BACA JUGA:  Keutamaan Memperbanyak Istighfar

Perhatikanlah.

Rasulullah ﷺ memperbanyak istighfar dan taubat, padahal beliau adalah manusia pilihan Allah.

Lalu bagaimana dengan kita?

Kita yang setiap hari mungkin melakukan kesalahan dengan lisan.

Kita yang terkadang lalai dalam shalat.

Kita yang mungkin memandang sesuatu yang tidak halal.

Kita yang terkadang menyakiti hati orang lain.

Kita yang tidak pernah tahu berapa banyak dosa yang telah kita lakukan tanpa kita sadari.

Maka, jangan pernah merasa tidak membutuhkan istighfar.

Istighfar Bukan Sekadar Ucapan

Istighfar berarti memohon ampun kepada Allah.

Sedangkan taubat berarti kembali kepada Allah dengan meninggalkan dosa dan menyesalinya.

Karena itu, jangan sampai lisan kita mengucapkan:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

“Aku memohon ampun kepada Allah.”

tetapi hati masih bertekad untuk terus melakukan dosa.

Istighfar yang benar seharusnya mendorong seseorang untuk meninggalkan maksiat dan memperbaiki dirinya.

banner

Abu Hurairah dan Banyaknya Istighfar

Disebutkan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه memperbanyak istighfar setiap hari.

Dalam Al-Bidayah wan Nihayah disebutkan:

“Sungguh aku telah memohon ampun kepada Allah dan bertaubat setiap harinya sebanyak 12.000 kali.”

📚 Al-Bidayah wan Nihayah, VIII/120

Riwayat seperti ini menunjukkan betapa besar perhatian generasi salaf terhadap istighfar.

Mereka tidak menganggap istighfar sebagai amalan kecil.

Mereka memahami bahwa seorang hamba selalu membutuhkan ampunan Allah.

Jangan Menunggu Berdosa Baru Beristighfar

Sebagian orang baru mengingat istighfar ketika melakukan dosa besar.

Padahal, istighfar seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Setelah shalat, kita beristighfar.

Ketika menyadari kesalahan, kita beristighfar.

Ketika hati mulai lalai, kita beristighfar.

Ketika mendapatkan nikmat, kita tetap beristighfar karena menyadari masih banyak kekurangan dalam mensyukurinya.

Bahkan Rasulullah ﷺ mengajarkan istighfar setelah shalat.

Beliau membaca:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

sebanyak tiga kali.

📚 HR. Muslim

BACA JUGA:  Akibat Istighfar

Saudaraku, jangan remehkan kalimat sederhana ini:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Bisa jadi sebuah istighfar yang keluar dari hati yang benar-benar menyesal menjadi sebab Allah menghapus dosa kita.

Bisa jadi istighfar yang kita ucapkan sebelum tidur menjadi sebab Allah memberikan ketenangan kepada hati.

Bisa jadi istighfar yang kita biasakan setiap hari menjadi salah satu sebab kita mendapatkan rahmat Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ

“Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah?” (QS. Ali ‘Imran: 135)

Maka, perbanyaklah istighfar sebelum datang hari ketika kesempatan untuk beristighfar telah berakhir.

Jangan malu untuk mengakui dosa.

Jangan lelah untuk bertaubat.

Dan jangan pernah merasa dosa kita terlalu banyak untuk mendapatkan ampunan Allah.

Lisan yang basah dengan istighfar adalah salah satu tanda hati yang masih ingin kembali kepada Allah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119