Matan
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya mempersekutukan Allah benar-benar merupakan kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)
Syarah
Dalam ayat ini, Allah Ta’ala menegaskan bahwa syirik merupakan kezaliman yang paling besar. Tidak ada kezaliman yang melebihi dosa mempersekutukan Allah.
Secara bahasa, zalim berarti meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Seseorang dikatakan berbuat zalim apabila ia menempatkan sesuatu tidak sesuai dengan hak dan kedudukannya.
Jika demikian, adakah kezaliman yang lebih besar daripada memalingkan ibadah—yang merupakan hak Allah semata—kepada selain-Nya?
BACA JUGA: Menjaga Kemurnian Tauhid Seorang Muslim
Hakikat syirik adalah meletakkan ibadah bukan pada tempat yang semestinya. Tempat ibadah yang benar hanyalah kepada Allah semata. Dialah satu-satunya yang berhak disembah, ditaati, dicintai dengan kecintaan ibadah, diharapkan, ditakuti, dipanjatkan doa, serta dimintai pertolongan dalam perkara-perkara yang hanya mampu dilakukan oleh-Nya.
Oleh karena itu, seluruh bentuk ibadah harus dimurnikan hanya untuk Allah. Inilah hakikat tauhid yang menjadi tujuan diutusnya para rasul dan diturunkannya seluruh kitab suci.
Sebaliknya, apabila seseorang mempersembahkan ibadah kepada selain Allah, baik kepada nabi, malaikat, orang saleh, syaikh, kuburan, pohon, batu, matahari, bulan, jin, maupun makhluk lainnya, maka ia telah melakukan syirik.
Perbuatan tersebut merupakan puncak kezaliman, karena ibadah telah dipalingkan dari Pemiliknya yang berhak menerimanya kepada makhluk yang sama sekali tidak memiliki hak untuk disembah.
Makhluk, betapapun mulianya, tetaplah makhluk. Mereka diciptakan oleh Allah, bergantung kepada-Nya, dan tidak memiliki kekuasaan sedikit pun kecuali dengan izin-Nya. Karena itu, tidak pantas satu pun dari mereka dijadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah.
BACA JUGA: Syirik yang Lebih Lembut daripada Butiran Pasir
Firman Allah,
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya mempersekutukan Allah benar-benar merupakan kezaliman yang besar.”
merupakan peringatan yang sangat tegas agar setiap muslim menjaga kemurnian tauhidnya dan menjauhi seluruh bentuk kesyirikan. Sebab, syirik bukan sekadar sebuah dosa, melainkan dosa yang paling besar, kezaliman yang paling dahsyat, dan pelanggaran terbesar terhadap hak Allah Ta’ala. []
ReferensI: Syarhu Kitabul Kabäir wa Tabyinil Maharim (Dosa-Dosa Besar) / Penulis: Imam adz-Dzahabi / Penerbit: Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Pertama: Sya’ban 1446 H/Februari 2025 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

