Home SirahMuhammad Berdagang

Muhammad Berdagang

Khadijah meminta pelayan terbaiknya, Maisarah, sebagai asisten Muhammad. Tak lupa Khadijah membisikkan sesuatu kepada Maisarah.

by Abu Umar
0 comments 8 views

Usia Muhammad terus bertambah. Ia kini telah menjadi seorang pemuda yang gagah. Pamannya, Abū Thālib, tak kenal henti memberikan kasih sayangnya. Selama dalam pengasuhan pamannya, Muhammad harus hidup penuh keprihatinan. Maklum, Abū Thālib tidak memiliki harta berlebih seperti ‘Abdul Muthallib, kakek Muhammad. Ia pun kemudian berjuang mencari nafkah untuk membantu pamannya dan menghidupi dirinya sendiri.

Tidak ada pekerjaan tetap yang digeluti Muhammad. Beberapa riwayat mengisahkan beliau bekerja sebagai penggembala kambing. Abū Hurairah meriwayatkan, suatu hari Nabi saw. berkata, “Tidaklah Allah Swt. mengutus seorang nabi, melainkan dia pernah menggembala domba.”

Para sahabat bertanya, “Engkau juga, wahai Rasulullah?”

BACA JUGA:  Diangkat Menjadi Rasul Allah

“Benar,” jawab beliau.

“Dulu aku menggembala domba milik penduduk Makkah dengan imbalan beberapa qirath.”

Meski tidak punya pekerjaan tetap, Muhammad dikenal sebagai pemuda yang berakhlak mulia: jujur, amanah, santun, dan bersahaja. Setiap pekerjaan yang dilakoninya dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Kemuliaan akhlak Muhammad itu terdengar di telinga Khadijah binti Khuwailid. Ia adalah seorang wanita pedagang yang memiliki banyak harta dan bernasab baik. Ia membayar banyak kaum lelaki untuk berdagang dengan sistem bagi hasil.

Khadijah pun mengutus seseorang untuk mengajak Muhammad berniaga ke negeri Syam. Tawaran itu diterima Muhammad. Ia bergegas berangkat menemui Khadijah.

Muhammad tiba di rumah Khadijah. Muhammad mengucapkan salam dan meminta izin kepada Khadijah untuk masuk. Sebuah percakapan pun terjadi. Khadijah langsung berbicara ke inti persoalan.

“Aku sedang butuh orang untuk menjual barang daganganku ke negeri Syam. Aku butuh orang yang jujur dan dapat dipercaya. Aku tahu, engkau orang yang jujur dan dapat diandalkan. Aku yakin engkau adalah orang yang tepat. Karenanya, aku tawarkan pekerjaan ini kepadamu,” kata Khadijah. Ia berjanji akan memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan saudagar lainnya.

BACA JUGA:  Dukungan Khadijah

Muhammad langsung menerima tawaran itu. Persiapan keberangkatan pun dilakukan. Khadijah meminta pelayan terbaiknya, Maisarah, sebagai asisten Muhammad. Tak lupa Khadijah membisikkan sesuatu kepada Maisarah.

“Kau jangan membangkang kepada Muhammad. Lakukan apa yang diinginkannya. Engkau juga harus mengamatinya sepanjang perjalanan. Ketika pulang, laporkan apa yang engkau lihat kepadaku,” bisik Khadijah.

Waktu kepergian tiba. Hampir seluruh sanak saudara Muhammad berkumpul untuk melepas keberangkatannya. Perjalanan itu akan panjang. Itu artinya mereka tak dapat berjumpa dengan Muhammad dalam waktu yang lama. Muhammad bersama Maisarah kemudian bertolak dalam sebuah kafilah menuju Syam. Hari berganti hari. Siang silih berganti dengan malam mengiringi perjalanan. Maisarah melakukan apa pun agar Muhammad merasa nyaman. []

Sumber: The Great Story of Muhammad ﷺ : Referensi Lengkap Hidup Rasulullah ﷺ dari Sebelum Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir / Penyusun: Ahmad Hatta, dkk. / Penerbit: Maghfirah Pustaka / Cetakan Keenam, September 2016 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119