Home NasihatSaudaraku, Jangan Dibiasakan Nganggur, Tiada Kesibukan Dunia apalagi Akhirat

Saudaraku, Jangan Dibiasakan Nganggur, Tiada Kesibukan Dunia apalagi Akhirat

Kesibukan yang bermanfaat akan menjaga hati dari was-was, menjaga lisan dari ghibah, dan menjaga anggota badan dari maksiat.

by Abu Umar
0 comments 131 views

Waktu adalah salah satu nikmat terbesar yang sering tidak disadari hingga ia berlalu tanpa manfaat.

Seorang muslim yang cerdas akan berusaha mengisi hari-harinya dengan sesuatu yang mendekatkannya kepada kebaikan.

Saudaraku, jangan biasakan diri hidup tanpa tujuan, karena hati yang kosong sering menjadi tempat masuknya berbagai godaan.

Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda, “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari).

Hadits ini mengingatkan bahwa waktu luang bukan untuk disia-siakan, tetapi untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya.

BACA JUGA: Saudaraku, Mengapa Air Mata Kering dan Sulit Menangis?

Orang yang tidak memiliki kesibukan dalam urusan dunia yang bermanfaat, sering kali lebih mudah terjatuh dalam perkara yang sia-sia.

Lebih berbahaya lagi jika ia juga tidak memiliki kesibukan untuk bekal akhiratnya.

Saudaraku, seorang mukmin hendaknya memiliki aktivitas yang menghasilkan manfaat bagi dirinya, keluarganya, dan agamanya.

Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku tidak suka melihat salah seorang dari kalian menganggur, tidak bekerja untuk urusan dunia dan tidak pula untuk urusan akhirat.”

Perkataan ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan produktivitas dan menjauhkan umatnya dari kemalasan.

Hari-hari yang berlalu tanpa ilmu, tanpa amal, dan tanpa manfaat adalah kerugian yang tidak dapat dikembalikan.

Saudaraku, jika engkau belum mampu melakukan banyak amal besar, maka sibukkanlah dirimu dengan amal-amal kecil yang terus menerus.

Membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, membantu orang lain, bekerja mencari nafkah halal, dan berdzikir adalah bentuk kesibukan yang bernilai ibadah.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku membenci seseorang yang menganggur, tidak bekerja untuk dunianya dan tidak pula untuk akhiratnya.”

Kesibukan yang bermanfaat akan menjaga hati dari was-was, menjaga lisan dari ghibah, dan menjaga anggota badan dari maksiat.

Saudaraku, kemalasan yang terus dipelihara akan berubah menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan.

BACA JUGA: Saudaraku, Beda Cara Cari Dunia dan Akhirat

Sedangkan semangat dalam kebaikan yang terus dilatih akan menjadi karakter seorang mukmin.

Jangan menunggu tua untuk beramal, dan jangan menunggu lapang untuk mulai bergerak.

Isi waktumu dengan hal yang bermanfaat sebelum datang hari ketika seluruh waktu akan dimintai pertanggungjawaban.

Saudaraku, jadilah orang yang sibuk dalam ketaatan, karena kehidupan yang paling indah adalah kehidupan yang dipenuhi amal saleh dan kebermanfaatan. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119