Home MuhasabahNabi Khawatir Kita Bermewah-Mewahan

Nabi Khawatir Kita Bermewah-Mewahan

Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika seseorang mulai sengaja melakukan dosa.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Manusia sering kali mengira bahwa masalah terbesar dalam hidup adalah kekurangan harta. Kita takut miskin, takut tidak memiliki rumah yang nyaman, takut tidak mampu membeli apa yang kita inginkan.

Namun, ada sesuatu yang justru lebih dikhawatirkan Rasulullah ﷺ terhadap umatnya: ketika dunia semakin banyak dimiliki, tetapi hati semakin jauh dari Allah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

مَا أَخْشَى عَلَيْكُمُ الْفَقْرَ وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمُ التَّكَاثُرَ، وَمَا أَخْشَى عَلَيْكُمُ الْخَطَأَ وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمُ التَّعَمُّدَ

“Tidaklah aku mengkhawatirkan kefakiran atas kalian. Namun yang aku khawatirkan adalah kalian berlomba-lomba dalam kemewahan. Tidaklah aku mengkhawatirkan ketidaksengajaan kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah kalian sengaja melakukan pelanggaran.” (HR. Ahmad no. 8074, dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 2216)

BACA JUGA: Orang-orang Kaya dan Mewah yang Berdosa

Hadis ini bukan berarti Islam melarang seorang Muslim memiliki harta, rumah yang baik, kendaraan yang nyaman, atau menikmati rezeki yang Allah berikan.

Yang menjadi masalah adalah ketika kemewahan berubah menjadi tujuan hidup.

Kita mulai membandingkan kehidupan dengan orang lain.

Rumah harus lebih besar.

Kendaraan harus lebih mahal.

Pakaian harus lebih bermerek.

Gawai harus selalu terbaru.

Bukan karena membutuhkan, tetapi karena ingin terlihat lebih daripada orang lain.

Inilah yang berbahaya.

Harta yang seharusnya menjadi sarana justru berubah menjadi ukuran kemuliaan.

Padahal Allah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang sementara. Allah berfirman, “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

BACA JUGA: Kekayaan yang Dibentangkan, Bahaya yang Dikhawatirkan Nabi ﷺ

Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika seseorang mulai sengaja melakukan dosa.

Kesalahan yang terjadi karena lupa atau tidak sengaja tentu berbeda dengan dosa yang dilakukan setelah mengetahui bahwa itu dilarang, tetapi tetap memilih untuk melakukannya.

Saudaraku, jangan takut memiliki harta. Takutlah jika harta memiliki hati kita.

Nikmatilah rezeki Allah dengan syukur, tetapi jangan sampai kemewahan membuat kita lupa kepada pemberi rezeki.

Bukan banyaknya harta yang harus kita takuti, tetapi ketika hati tidak lagi merasa cukup dan terus mengejar dunia hingga melupakan akhirat. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119