Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman,
قُل هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Katakanlah, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (az-Zumar: 9)
Dalam ayat lainnya, Allah swt. mengatakan,
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَتْ
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (al-Mujadilah: 11)
BACA JUGA: Haram dan Halalnya Rezeki
Ibnu Abbas menuturkan, “Orang-orang berilmu lebih tinggi kedudukannya sebanyak tujuh ratus derajat di atas orang mukmin, sedangkan masing-masing dari dua derajat itu seperti perjalanan selama lima ratus tahun.”
Allah SWT berfirman,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِ إِهِ الْعُلَمَوا
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.” (Fâthir: 28)
Diriwayatkan dari Muawiyah bin Sofyan bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقَّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barang siapa yang dikehendaki Allah (menjadi) baik nis-caya akan dipahamkan padanya (urusan) agama.” (HR al-Bukhari dan Muslim)
Diriwayatkan dari Ibnu Umamah r.a. bahwa ia menuturkan, “Rasulullah berkata kepada dua orang laki-laki, salah satunya adalah orang ahli ibadah, sedangkan yang satu lainnya orang alim. Rasulullah saw. bersabda, ‘Keu-tamaan orang alim atas orang ahli ibadah (âbid), seperti ke-utamaanku atas orang yang lebih rendah di antara kalian.”
Dalam hadits lainnya disebutkan, “Sesungguhnya Allah, malaikat-malaikat, penghuni langit dan bumi, bahkan semut pun niscaya membacakan shalawat atas orang yang mengajarkan kepada kebaikan.”
“Keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaannya malam bulan purnama atas seluruh bintang-bintang di langit, ulama adalah pewaris para nabi dan para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, namun mewariskan ilmu. Orang yang mengambilnya maka dia telah mengambil bagian kesempurnaan.” (HR at-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
BACA JUGA: 4 Tingkatan Sikap Wara dalam Rezeki
Diriwayatkan dari Sofyan bin Assal r.a. bahwa Nabi ﷺ bersabda,
إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَطْلُبُ
“Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya untuk penuntut ilmu sebagai bentuk keridhaan dengan apa yang ia tuntut.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Ma-jah)
Imam al-Khattabi menjelaskan bahwa dalam kalimat “malaikat meletakan sayap-sayapnya” ada tiga pengertian. Pertama, malaikat membentangkan sayap-sayapnya. Kedua, bermakna tawadhu, artinya mengagungkan para penuntut ilmu. Ketiga, malaikat turun ke permukaan bumi di mana tempat itu terdapat majelis ilmu. []
Sumber: Mukhtashar Minhaj al-Qashidîn (Rahasia Hidup Orang-orang Shaleh) / Penulis: Ibnu Qudamah / Penerbit: al-Maktab al-Islami (Khatuliswa Pers) / 2015 /Cet.: 2000/Kesembila
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

