Home HadistHadist: Jangan Meminta Kembali Pemberian yang Sudah Dihibahkan

Hadist: Jangan Meminta Kembali Pemberian yang Sudah Dihibahkan

Islam menutup pintu perbuatan tersebut demi menjaga kehormatan dan kasih sayang antar sesama muslim.

by Abu Umar
0 comments 7 views

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

الْعَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْعَائِدِ فِي قَيْئِهِ

👤 Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata,

💫 Nabi ﷺ bersabda,

“Orang yang meminta kembali apa yang telah dihibahkannya bagaikan orang yang menelan kembali muntahnya.”

📚 HR. Al-Bukhari no. 2621

Islam adalah agama yang mengajarkan akhlak mulia dalam setiap urusan, termasuk dalam memberi hadiah dan hibah kepada orang lain. Seorang muslim dianjurkan untuk memberi dengan hati yang ikhlas, mengharap pahala dari Allah Ta’ala, bukan karena ingin dipuji ataupun mengharapkan balasan dari manusia.

BACA JUGA:  Mutiara Hadist: Menyingkirkan Gangguan dari Jalan

Dalam hadits yang agung ini, Rasulullah Muhammad ﷺ memberikan perumpamaan yang sangat keras bagi orang yang meminta kembali hibah atau pemberiannya setelah diserahkan kepada orang lain. Beliau menyerupakan perbuatan tersebut seperti seseorang yang memakan kembali muntahnya sendiri. Ini adalah gambaran yang menunjukkan betapa buruk dan hinanya tindakan tersebut dalam pandangan syariat.

Hibah adalah pemberian yang dilakukan secara sukarela. Ketika seseorang telah memberikan suatu barang kepada orang lain, maka barang tersebut telah menjadi hak milik penerima. Tidak pantas baginya untuk menarik kembali pemberian itu hanya karena berubah pikiran, kecewa, atau karena urusan dunia lainnya.

Sikap meminta kembali pemberian seringkali menimbulkan luka hati, merusak hubungan persaudaraan, dan menghilangkan keikhlasan dalam beramal. Orang yang menerima hibah bisa merasa dipermalukan, direndahkan, atau tidak dihargai. Oleh sebab itu, Islam menutup pintu perbuatan tersebut demi menjaga kehormatan dan kasih sayang antar sesama muslim.

BACA JUGA: Hadist Bahaya Riba dalam Jual Beli

Seorang muslim hendaknya berpikir matang sebelum memberi sesuatu kepada orang lain. Jika sudah diberikan, maka relakanlah karena Allah. Yakinlah bahwa setiap sedekah, hadiah, dan hibah yang dilakukan dengan ikhlas tidak akan mengurangi harta, bahkan Allah akan menggantinya dengan keberkahan dan pahala yang besar.

Hadits ini juga mengajarkan pentingnya menjaga kemuliaan diri dan kebersihan hati. Memberi lalu menyesal dan meminta kembali menunjukkan lemahnya keikhlasan seseorang. Karena itu, marilah kita belajar menjadi pribadi yang lapang dada, ikhlas dalam memberi, dan ridha terhadap apa yang telah kita keluarkan di jalan kebaikan.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119