Kehidupan manusia di dunia ini sangat singkat. Setiap orang pasti akan meninggalkan dunia, lalu jasadnya dikuburkan di dalam tanah. Harta, jabatan, dan segala kemewahan dunia akan terputus. Namun ada satu hal yang bisa terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia, yaitu pahala dari amal kebaikan yang terus memberi manfaat bagi orang lain.
Islam mengajarkan bahwa seorang muslim tidak hanya berlomba melakukan kebaikan untuk dirinya sendiri, tetapi juga berusaha mengajak orang lain kepada kebaikan tersebut. Sebab setiap kebaikan yang dilakukan orang lain karena sebab dirinya, maka ia juga akan mendapatkan bagian pahalanya.
Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” HR. Muslim no. 3509.
BACA JUGA: Ibadah Kita Tidak Ada Apa-apanya: Kerdilkan dan Rendahkan Amal
Betapa luas karunia Allah kepada hamba-Nya. Terkadang seseorang hanya mengucapkan satu nasihat, membagikan ilmu, mengingatkan tentang shalat, mengajarkan Al-Qur’an, atau mengajak kepada sunnah, lalu orang lain mengamalkannya bertahun-tahun. Selama kebaikan itu terus dilakukan, pahala pun tetap mengalir kepada orang yang menunjukkannya.
Bisa jadi seseorang telah meninggal puluhan tahun yang lalu, namun pahala amalnya masih terus bertambah di alam kubur. Sebab dahulu ia pernah mengajarkan satu ayat, membangun kebiasaan baik, atau menjadi sebab hidayah bagi orang lain. Inilah perdagangan yang paling menguntungkan di sisi Allah.
Karena itu, jangan meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Sebuah tulisan islami, nasihat singkat, membagikan ilmu yang bermanfaat, atau mengingatkan saudara kepada kebaikan bisa menjadi sebab datangnya pahala yang tidak pernah terputus.
Sebaliknya, hadits ini juga menjadi peringatan agar jangan menjadi penunjuk jalan menuju keburukan. Sebab sebagaimana pahala dapat mengalir karena menunjukkan kebaikan, dosa pun bisa terus mengalir karena mengajak kepada kemaksiatan.
BACA JUGA: Melupakan Kebaikan
Di zaman sekarang, manusia sangat mudah menyebarkan sesuatu melalui lisan maupun media sosial. Maka hendaknya seorang muslim berhati-hati terhadap apa yang ia bagikan. Jangan sampai jemarinya menjadi sebab tersebarnya dosa, padahal ia sendiri mungkin sudah tidak lagi berada di dunia.
Alangkah indahnya jika setelah seseorang meninggal, masih ada orang-orang yang terus shalat, membaca Al-Qur’an, memperbaiki akhlak, atau mengenal sunnah karena sebab dirinya. Walaupun jasad telah berada di dalam kubur, catatan pahala tetap bertambah tanpa henti.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang menjadi penunjuk kepada kebaikan dan meninggalkan jejak amal yang terus hidup meskipun usia telah berakhir. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

