Manusia harus terus berusaha dan memanfaatkan setiap peluang untuk meraih keberhasilan. Jangan berputus asa hanya karena sekali gagal atau karena tujuan belum tercapai dalam waktu yang diinginkan. Yang terpenting adalah tetap berjalan di jalur usaha, perjuangan, dan ikhtiar.
Sebagaimana dikatakan:
“Orang yang sudah memulai, sejatinya tidak pernah terlambat.”
Keputusasaan adalah teman kekufuran, sedangkan harapan adalah teman keimanan. Ungkapan ini memiliki dasar dalam syariat. Allah Ta’ala berfirman:
{وَلَا تَيْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ}
“Dan janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali kaum kafir.” (QS. Yusuf: 87)
Dan firman-Nya:
{وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ}
“Dan tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat.” (QS. Al-Hijr: 56)
BACA JUGA: Jangan Sampai Engkau Tidak Semangat Membayar Utang!
Jangan Menyerah karena Sekali Gagal
Sebagian orang ketika mengalami kegagalan pada percobaan pertama, langsung diserang penyakit berbahaya: putus asa dan kehilangan harapan. Akibatnya, mereka menjauh dari optimisme yang justru dianjurkan oleh agama ini.
Padahal, harapan tidak boleh terputus, bahkan sampai akhir kehidupan.
Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:
«إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَبِيَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَفْعَلْ»
“Jika hari Kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit tanaman, lalu ia mampu menanamnya sebelum Kiamat terjadi, maka hendaklah ia menanamnya.” (HR. Ahmad dan Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)
Hadits ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh berhenti berbuat baik dan berusaha, meskipun keadaan tampak berat atau kesempatan terlihat sangat sempit.
Harapan Harus Disertai Amal
Setiap manusia memiliki tujuan hidup. Dan setiap tujuan harus ditemani harapan. Namun harapan saja tidak cukup—ia harus berjalan bersama usaha dan kerja nyata.
Selama jantung masih berdetak dan napas masih berhembus, maka harapan tidak boleh padam.
Al-Qur’an memberikan teladan indah melalui kisah Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Ketika kehilangan Nabi Yusuf, beliau tidak kehilangan harapan kepada Allah. Bahkan saat kehilangan putranya yang lain, Bunyamin, beliau tetap berkata:
{عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا}
“Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semua kepadaku.” (QS. Yusuf: 83)
Kata ‘asa dalam ayat ini menunjukkan harapan dan keyakinan. Karena keyakinan itulah, Allah akhirnya mengirimkan kabar gembira kepada Nabi Ya’qub:
{إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ لَوْلَا أَنْ تُفَنِّدُونِ}
“Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kalian tidak menuduhku lemah akal.” (QS. Yusuf: 94)
Kesuksesan Lahir dari Percobaan yang Berulang
Tokoh penemu lampu listrik, Thomas Edison, tidak berhenti mencoba meskipun ribuan kali gagal. Ia melakukan begitu banyak percobaan hingga akhirnya berhasil menemukan lampu pijar. Laboratoriumnya pernah terbakar, namun ia membangunnya kembali dan terus melanjutkan usahanya.
Jika Edison berjuang demi manfaat dunia dan ketenaran, maka seorang muslim memiliki tujuan yang lebih mulia: manfaat dunia sekaligus pahala akhirat.
BACA JUGA: Apa Harapan Kita, bila Dipanjangkan Usia tapi Tidak Menambah Kebaikan?
Keterbatasan Bukan Alasan untuk Berhenti
Kita sering melihat orang-orang yang diuji dengan kehilangan penglihatan, pendengaran, atau anggota tubuh, tetapi mereka tetap bangkit dan terus berjuang. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya lebih unggul dibanding orang-orang sehat yang lemah semangat dan malas berusaha.
Mereka mengajarkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih cita-cita.
Teruslah Mencoba
Cobalah…
Berusahalah…
Ulangi lagi…
Mungkin hari ini gagal, tetapi dengan izin Allah keberhasilan akan datang. Besarkan harapan kepada Allah, meskipun tujuanmu adalah memperbaiki diri, meninggalkan kebiasaan buruk, atau mengubah perilaku yang salah.
Mulailah dari sekarang.
Karena perjalanan seribu mil selalu dimulai dengan satu langkah pertama. []
SUMBER: AR-ISLAWWAY.NET
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

