Dalam kehidupan sehari-hari, hutang sering dianggap hal biasa. Banyak orang mudah meminjam uang, menunda pembayaran, bahkan ada yang sejak awal memang tidak berniat melunasinya. Padahal dalam Islam, urusan hutang adalah perkara yang sangat berat dan berkaitan langsung dengan hak sesama manusia.
Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras dalam sebuah hadits:
أيما رجلٍ تديَّنَ دَيْنًا ، و هو مجمِعٌ أن لا يُوفِّيَه إياه لقي اللهَ سارقًا
“Siapa saja yang berhutang dan ia tidak bersungguh-sungguh untuk melunasinya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri.”
(HR. Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Muhammad Nasiruddin al-Albani)
BACA JUGA: Bahaya Berhutang
Hadits ini menunjukkan bahwa masalah hutang bukan sekadar urusan dunia, tetapi juga menyangkut keselamatan di akhirat. Orang yang sengaja berhutang lalu tidak memiliki niat untuk membayar dianggap seperti pencuri karena mengambil harta orang lain dengan cara yang batil.
Islam tidak melarang seseorang berhutang ketika memang membutuhkan. Bahkan kadang hutang menjadi jalan keluar dalam kesulitan hidup. Namun yang berbahaya adalah ketika hati sudah tidak punya rasa tanggung jawab untuk melunasinya.
Ada orang yang masih mampu membeli barang mewah, jalan-jalan, dan hidup santai, tetapi ketika ditagih hutang selalu menghindar. Ada pula yang sengaja memanfaatkan kebaikan orang lain lalu menghilang setelah meminjam uang. Sikap seperti ini sangat tercela dalam agama.
Umar bin Khattab pernah berkata, “Jauhilah hutang, karena awalnya adalah kegelisahan dan akhirnya adalah permusuhan.”
BACA JUGA: Diberikan Naungan oleh Allah SWT di Hari Kiamat karena Utang Piutang
Sementara Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, “Seorang mukmin akan selalu berhati-hati terhadap hak manusia, karena ia tahu semua itu akan dimintai pertanggungjawaban.”
Bahkan Rasulullah ﷺ sendiri sering berdoa agar dilindungi dari lilitan hutang. Ini menunjukkan bahwa hutang dapat menjadi beban berat yang mempengaruhi ketenangan hidup dan ibadah seseorang.
Karena itu, jika terpaksa berhutang, luruskan niat untuk melunasinya. Bersungguh-sungguhlah mencari jalan pembayaran, meski sedikit demi sedikit. Orang yang jujur dalam niatnya akan dibantu oleh Allah. Namun orang yang meremehkan hutang dan sengaja memakan hak orang lain, maka ancamannya sangat besar di hadapan Allah pada hari kiamat nanti. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

