Home KajianApakah Orang yang Pikun akan Diberikan Pahala?

Apakah Orang yang Pikun akan Diberikan Pahala?

ahkan, jika seseorang tidak memiliki dosa yang perlu dihapus, maka musibah itu menjadi sebab murni untuk meraih pahala.

by Abu Umar
0 comments 8 views

Dalam kehidupan ini, tidak semua ujian dapat dipahami dengan mudah oleh akal manusia. Salah satunya adalah kondisi penyakit seperti Alzheimer pada tahap akhir, di mana seseorang kehilangan kemampuan berpikir dan kesadaran. Lalu muncul pertanyaan: apakah orang dalam kondisi seperti itu (katakanlah : pikun) masih mendapatkan pahala atau bahkan dihitung amalnya?

Dalam Islam, seseorang yang telah kehilangan akal tidak lagi dibebani tanggung jawab syariat. Ia tidak lagi dituntut melakukan kewajiban atau meninggalkan larangan sebagaimana orang yang masih berakal. Hal ini karena akal adalah syarat utama taklif (pembebanan hukum). Maka, pada kondisi tersebut, ia tidak berdosa atas apa yang tidak mampu ia lakukan.

BACA JUGA:  Apakah Orang Kafir Diuji di dalam Kubur?

Namun, bukan berarti ia tidak mendapatkan kebaikan sama sekali. Justru, ujian yang ia alami menjadi sebab datangnya pahala yang besar. Penderitaan, kesulitan, dan musibah yang menimpanya menjadi jalan penghapus dosa, bahkan bisa menjadi sebab diangkatnya derajat di sisi Allah.

Sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

“Tidaklah suatu musibah menimpa seorang Muslim, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya, bahkan duri yang menusuknya.” (HR. Al-Bukhari no. 5317)

Dalam riwayat lain oleh Muslim ibn al-Hajjaj disebutkan bahwa setiap musibah yang menimpa seorang mukmin, bahkan yang paling kecil sekalipun, akan dicatat sebagai kebaikan dan dihapuskan keburukan darinya.

Para ulama menjelaskan bahwa pahala tidak hanya didapat dari kesabaran, tetapi juga dari sekadar tertimpanya musibah itu sendiri. Ibn Hajar al-Asqalani رحمه الله menegaskan bahwa hadits-hadits sahih menunjukkan adanya pahala hanya karena mengalami ujian. Adapun kesabaran dan keridhaan adalah tambahan pahala yang lebih besar lagi.

BACA JUGA:  Apakah Orang Munafik Mempunyai Iman?

Demikian pula, Al-Qarafi رحمه الله menjelaskan bahwa musibah pasti menjadi penghapus dosa, baik seseorang ridha atau tidak. Namun, jika ia ridha, maka pahala dan penghapusan dosanya menjadi lebih besar. Bahkan, jika seseorang tidak memiliki dosa yang perlu dihapus, maka musibah itu menjadi sebab murni untuk meraih pahala.

Dari sini tampak betapa luasnya rahmat Allah. Bahkan dalam kondisi lemah dan tidak berdaya, seorang hamba tetap berada dalam limpahan karunia-Nya. Ujian bukan sekadar penderitaan, tetapi bisa menjadi jalan menuju keselamatan dan kemuliaan di akhirat. []

SUMBER: ISLAMQA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119