Keinginan untuk menikah sering kali hadir bersamaan dengan rasa khawatir. Takut tidak mampu memberi nafkah, takut hidup serba kekurangan, atau takut masa depan yang tidak pasti. Padahal, perasaan seperti ini sering kali bukan datang dari keyakinan yang benar, melainkan dari bisikan yang melemahkan hati.
A. Takut Miskin
Allah Ta’ala telah mengingatkan bahwa rasa takut miskin adalah salah satu cara setan menyesatkan manusia:
ٱلشَّيۡطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلۡفَقۡرَ وَيَأۡمُرُكُم بِٱلۡفَحۡشَآءِ
“Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji.” (QS. Al-Baqarah: 268)
Ayat ini menunjukkan bahwa ketakutan berlebihan terhadap rezeki bisa menjadi penghalang dalam kebaikan, termasuk menikah. Padahal, menikah adalah ibadah yang mulia dan jalan menjaga kehormatan diri. Jika memang telah siap secara agama dan menemukan pasangan yang baik, maka tidak perlu ragu untuk melangkah.
BACA JUGA: Nasihat Imam Hasan Al-Bashri soal Menikahkan Anak Perempuan
B. Hidup Cukup
Para sahabat Nabi memahami bahwa menikah justru menjadi salah satu sebab datangnya kecukupan. Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:
“Carilah kecukupan hidup dengan menikah.”
Perkataan ini selaras dengan firman Allah:
وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An-Nur: 32)
Janji Allah dalam ayat ini sangat jelas: kemiskinan bukan alasan untuk menunda pernikahan. Justru dengan menikah, Allah membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
BACA JUGA: Benarkah Menikah Syarat Masuk Surga?
Selain itu, tidak perlu memberatkan diri dengan kemewahan acara pernikahan. Islam mengajarkan kesederhanaan. Walimah tidak harus mewah dan berlebihan. Yang terpenting adalah sah secara syariat, bukan megah dalam penampilan.
Menikah bukan tentang menunjukkan kemewahan, tetapi tentang membangun ibadah bersama. Bukan tentang “wah”, tetapi tentang “sah” dan berkah.
Karena itu, jika niat sudah lurus dan jalan sudah terbuka, jangan biarkan rasa takut menghalangi langkah. Bertawakallah kepada Allah, karena Dia sebaik-baik pemberi rezeki dan penolong bagi hamba-Nya. []
SUMBER: SAHABAT ILMU
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

