Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menjadikan akhirat sebagai fokus utamanya, maka Allah akan menjadikan kekayaan di dalam hatinya, menyatukan urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Namun, barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan menjadikan kemiskinan di depan matanya, mencerai-beraikan urusannya, dan tidaklah ia mendapatkan dunia kecuali apa yang telah ditetapkan baginya.”
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang mengikuti petunjuk beliau.
Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Anas bin Malik رضي الله عنه ini mengandung pesan besar: Nabi ﷺ mengarahkan umatnya agar menjadikan akhirat sebagai tujuan utama hidup. Jangan sampai kecintaan terhadap dunia menguasai hati hingga ia menjadi pusat perhatian dan ambisi terbesar.
BACA JUGA: Betapa Pelitnya Kita untuk Akhirat
✨ Makna Menjadikan Akhirat sebagai Tujuan
Menjadikan akhirat sebagai “fokus utama” bukan berarti meninggalkan dunia sepenuhnya. Seorang Muslim tetap dituntut untuk bekerja, mencari rezeki, memenuhi kebutuhan diri, keluarga, dan tanggung jawab lainnya.
Namun bedanya, orang yang berorientasi akhirat:
Menjadikan amal sebagai tujuan hidup
Menghadirkan niat baik bahkan dalam urusan dunia
Mengubah aktivitas dunia menjadi ladang pahala
Sehingga mayoritas pikirannya tertuju pada kehidupan setelah mati.
Rasulullah ﷺ juga berdoa:
“Janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami, dan jangan pula sebagai puncak pengetahuan kami…”
💎 Kekayaan Sejati: Hati yang Qana’ah
Siapa yang mengutamakan akhirat, Allah akan menanamkan rasa cukup dalam hatinya. Ia tidak gelisah oleh dunia, walaupun hartanya sedikit. Inilah kekayaan sejati.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.”
Orang seperti ini:
Tidak mudah diperbudak oleh dunia
Tidak tunduk pada tekanan materi
Hidup dengan martabat dan kebebasan
Al-Hasan رحمه الله berkata:
“Aku mendapati suatu kaum yang tidak bergembira dengan datangnya dunia, dan tidak bersedih atas kepergiannya. Dunia di mata mereka lebih hina daripada tanah.”
🧩 Hidup Lebih Tenang dan Terarah
Allah juga akan menyatukan urusan orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan. Hatinya tidak tercerai-berai, pikirannya tenang, hidupnya terasa ringan.
Bahkan ia dicintai oleh Allah. Dan jika Allah mencintainya, maka:
Malaikat mencintainya
Penduduk langit mencintainya
Manusia di bumi pun menerima dan menyukainya
Sebagaimana sabda Nabi ﷺ tentang seseorang yang dicintai Allah.
Selain itu, Allah akan memudahkan segala urusannya:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
🌍 Dunia Akan Datang dengan Sendirinya
Perlu dipahami: setiap manusia pasti mendapatkan bagian dunia yang telah ditentukan baginya. Namun perbedaannya:
Orang yang mengejar dunia → hidupnya penuh kegelisahan
Orang yang mengejar akhirat → dunia datang dalam keadaan “tunduk”
Ia tidak terikat pada dunia:
Jika mendapatkannya → ia bersyukur
Jika kehilangan → ia tidak bersedih berlebihan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya tidak ada satu jiwa pun yang akan mati hingga ia menyempurnakan rezekinya…”
Maka carilah rezeki dengan cara yang baik dan halal, tanpa melanggar batas Allah.
⚖️ Keseimbangan: Dunia dan Akhirat
Allah berfirman:
“Carilah pada apa yang telah Allah berikan kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia.”
Artinya:
Gunakan dunia sebagai sarana menuju akhirat
Nikmati yang halal tanpa melupakan tujuan utama
Tunaikan hak Allah, diri sendiri, keluarga, dan orang lain
BACA JUGA: Cerdas dalam Mencari Akhirat
🌙 Penutup: Satu Fokus, Hidup Lebih Ringan
Wahai saudaraku, jadikan akhirat sebagai fokus utama hidupmu. Karena ketika semua tujuan dirangkum menjadi satu—yaitu akhirat—Allah akan mencukupkan urusan duniamu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menjadikan seluruh kegelisahannya menjadi satu, yaitu kegelisahan terhadap akhirat, maka Allah akan mencukupkan urusan dunianya.”
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang hatinya terpaut pada akhirat, namun tetap bijak dalam menjalani kehidupan dunia.
Dan akhir doa kami, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. []
RUJUKAN: AR-ISLAMWAY.NET
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

