Di antara kelemahan manusia adalah mudah merasa putus asa ketika ditimpa kesulitan. Ujian hidup yang berat, seperti sakit, kehilangan, atau tekanan hidup, terkadang membuat seseorang ingin segera lepas dari semuanya, bahkan dengan mengharap kematian. Namun, Islam datang dengan bimbingan yang penuh rahmat, mengarahkan hati agar tetap bersandar kepada Allah dan tidak terjerumus dalam keputusasaan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ مِنْ ضُرٍ أَصَابَهُ فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ فَاعِلًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي
BACA JUGA: Hadits Shahih, Mengapa Harus Bukhari dan Muslim?
“Janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya. Jika ia harus melakukannya, maka hendaknya ia berdoa: ‘Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik bagiku, dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.’” (HR. Sahih al-Bukhari)
Hadis ini mengajarkan kepada kita adab yang agung dalam menghadapi ujian. Seorang Muslim tidak boleh berputus asa hingga berharap kematian hanya karena kesulitan yang ia alami. Sebab, kita tidak mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita. Bisa jadi, kehidupan yang masih Allah berikan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, menambah amal shalih, dan meraih derajat yang lebih tinggi di sisi-Nya.
Sebaliknya, jika seseorang merasa sangat berat menghadapi ujian, Islam tetap membuka jalan dengan doa yang penuh tawakal. Doa tersebut menunjukkan penyerahan total kepada Allah, mengakui bahwa hanya Dia yang mengetahui mana yang terbaik—apakah hidup atau wafat.
BACA JUGA: Apa Makna “Lebih Baik dari padaUnta Merah” dalam Hadits?
Para ulama menjelaskan bahwa larangan dalam hadis ini bertujuan menjaga hati agar tetap husnuzan (berprasangka baik) kepada Allah. Seorang Mukmin yakin bahwa setiap ketetapan Allah mengandung hikmah, meskipun terkadang tidak langsung terlihat.
Oleh karena itu, ketika musibah datang, hendaknya kita memperbanyak sabar, doa, dan harapan kepada Allah. Jangan biarkan kesedihan membawa kita kepada keputusasaan, tetapi jadikan ia sebagai jalan untuk semakin dekat kepada-Nya.
Semoga Allah menguatkan hati kita dalam menghadapi setiap ujian dan menjadikan hidup serta mati kita sebagai kebaikan. Aamiin. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

