Idul Fitri datang dengan penuh kebahagiaan.
Namun ia bukan sekadar hari perayaan.
Ia adalah hari ibadah.
Hari untuk meneladani sunnah Nabi ﷺ.
Di antara sunnah yang sering dilupakan adalah makan sebelum shalat Id.
Rasulullah ﷺ tidak keluar menuju tempat shalat sampai beliau makan terlebih dahulu.
Yang beliau makan adalah kurma.
Jumlahnya ganjil.
Ini tanda bahwa Idul Fitri adalah hari berbuka.
Bukan lagi hari menahan diri.
BACA JUGA: Tempat Shalat Id yang Disunnahkan
Sunnah berikutnya adalah memakai pakaian terbaik.
Bukan harus baru.
Namun yang paling bersih dan rapi.
Nabi ﷺ memiliki pakaian khusus untuk hari raya.
Beliau juga memakainya pada hari Jumat.
Ini menunjukkan pentingnya berhias di hari yang mulia.
Sebagai bentuk syukur kepada Allah.
Kemudian, berjalan kaki menuju tempat shalat.
Langkah-langkah itu bernilai pahala.
Menghidupkan suasana kebersamaan.
Menyatukan kaum muslimin.
Saat pulang, Nabi ﷺ mengambil jalan yang berbeda.
Bukan tanpa hikmah.
Agar lebih banyak tempat menjadi saksi kebaikan.
Agar syiar Islam tersebar lebih luas.
Semua sunnah ini terlihat sederhana.
Namun penuh makna.
Menghidupkannya adalah tanda cinta kepada Rasulullah ﷺ.
BACA JUGA: Kalimat yang Baik untuk Diucapkan di Hari Raya Idul Fitri
Hari raya bukan hanya tentang pakaian baru.
Bukan hanya tentang hidangan lezat.
Namun tentang ketaatan yang berlanjut.
Tentang hati yang tetap hidup setelah Ramadhan.
Mari kita hidupkan sunnah di hari yang agung ini.
Dengan penuh keikhlasan.
Dengan penuh harap kepada Allah.
Semoga Allah menerima amal kita.
Mengampuni dosa-dosa kita.
Dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan berikutnya. []
REFERENSI: AL-KHANSA AKHWAT
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

