Home RamadhanYang Membuat I’tikaf Batal

Yang Membuat I’tikaf Batal

Seorang Muslim yang beri’tikaf hendaknya menjaga ibadahnya dengan baik, menjauhi hal-hal yang dapat membatalkannya, dan memanfaatkan waktu tersebut.

by Abu Umar
0 comments 64 views

I’tikaf adalah ibadah dengan cara berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Ibadah ini sangat dianjurkan terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah ﷺ sendiri senantiasa melaksanakan i’tikaf pada waktu tersebut hingga beliau wafat.

Tujuan i’tikaf adalah memfokuskan hati kepada Allah dengan memperbanyak shalat, membaca Al-Qur’an, zikir, dan doa. Namun, ada beberapa perkara yang dapat menyebabkan i’tikaf seseorang menjadi batal.

BACA JUGA: Syarat Sah dan Adab I’tikaf

Salah satu yang paling jelas adalah keluar dari masjid tanpa kebutuhan yang dibenarkan oleh syariat. Orang yang sedang i’tikaf seharusnya tetap berada di masjid, kecuali untuk keperluan yang tidak bisa dihindari seperti buang hajat, makan jika tidak ada yang mengantarkan, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Selain itu, melakukan hubungan suami istri juga membatalkan i’tikaf. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“Dan janganlah kalian mencampuri mereka (istri-istri kalian) ketika kalian sedang beri’tikaf di dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat ini dengan jelas melarang hubungan suami istri selama i’tikaf, dan para ulama sepakat bahwa hal tersebut membatalkan i’tikaf.

Di samping itu, hilangnya akal, seperti karena mabuk atau gila, juga membatalkan i’tikaf. Begitu pula jika seseorang murtad dari Islam, maka seluruh amal ibadahnya menjadi batal.

Rasulullah ﷺ mencontohkan kesungguhan dalam ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam hadits disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ

“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir (Ramadhan), Nabi ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

BACA JUGA:  Rukun I’tikaf yang Harus Dipenuhi

Para ulama salaf juga sangat menjaga adab i’tikaf. Imam Az-Zuhri rahimahullah pernah berkata, “Sungguh mengherankan kaum Muslimin yang meninggalkan i’tikaf, padahal Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya sejak beliau tiba di Madinah hingga wafat.”

Karena itu, seorang Muslim yang beri’tikaf hendaknya menjaga ibadahnya dengan baik, menjauhi hal-hal yang dapat membatalkannya, dan memanfaatkan waktu tersebut untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119