Sebagian penghuni surga mendambakan banyak sekali angan lalu Allah wujudkah semua keinginan mereka. Di antara keinginan tersebut adalah keinginan seseorang yang meminta izin kepada Rabb untuk menanam di surga, Rabb mengabulkan permintaannya, ia pun menabur benih kemudian tanaman muncul dan tumbuh kokoh laksana gunung dalam sekejap mata.
BACA JUGA: Buah-buahan Surga
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, suatu ketika Rasu-lullah bercerita, di dekat beliau ada seorang badui, beliau menyampaikan:
أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ اسْتَأْذَنَ رَبَّهُ فِي الزَّرْعِ فَقَالَ لَهُ : أَوَلَسْتَ فِيمَا شِئْتَ ؟ قَالَ: بَلَى وَلَكِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَزْرَعَ، فَأَسْرَعَ وَبَذَرَ
فَتَبَادَرَ الطَّرْفَ نَبَاتُهُ وَاسْتِوَاؤُهُ وَاسْتِحْصَادُهُ وَتَكْوِيرُهُ أَمْثَالَ الْجِبَالِ فَيَقُولُ اللهُ تَعَالَى دُونَكَ يَا ابْنَ آدَمَ فَإِنَّهُ لَا يُشْبِعُكَ شَيْءٌ، فَقَالَ الْأَعْرَابِيُّ : يَا رَسُولَ اللَّهِ لَا تَجِدُ هَذَا إِلَّا قُرَشِيًّا أَوْ أَنْصَارِيًّا فَإِنَّهُمْ أَصْحَابُ زَرْعٍ فَأَمَّا نَحْنُ فَلَسْنَا بِأَصْحَابِ زَرْعٍ فَضَحِكَ رَسُولُ الله
“Seorang penghuni surga meminta izin kepada Rabb untuk menanam, Rabb berfirman kepadanya: Bukankah di sana terdapat apa pun yang kau inginkan? la menjawab: Benar, tapi aku ingin menanam (sendiri). (Rabb mengizinkannya) lalu ia bersegera (menanam), ia menabur benih lalu pucuk tanamannya segera tumbuh dan tegak lurus (di atas pang-kalnya), hasil panen dan kumpulan hasilnya laksana gunung. lalu Allah berfirman: Mundurlah wahai anak Adam, karena sesungguhnya itu tidak membuatmu kenyang sedikit pun. Si badui berkata: Wahai Rasulullah, menurut kami ia tidak lain adalah orang Quraisy atau Anshar, sebab mereka adalah orang-orang yang bercocok tanam, sementara kami bukan. Rasulullah pun tertawa.”
BACA JUGA: Akar-akar Pohon Surga dari Emas
Imam Ibnu Qayyim menjelaskan, ini menunjukkan bahwa di surga ada tanaman. Benih tanaman berasal dari Allah, dan ini menunjukkan tanah surga dipenuhi pohon dan tanaman.
Pertanyaan: Bagaimana si penghuni surga itu meminta izin Rabb untuk menanam padahal ia tidak memerlukan hal tersebut?
Jawaban: mungkin ia meminta izin untuk menanam dengan tangannya sendiri meski sebenarnya ia tidak perlu untuk hal tersebut karena keperluannya sudah tercukupi. []
Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Prahara Padang Mahsyar – Ulasan Mendalam tentang Peristiwa Pengumpulan Manusia di Padang Mahsyar, Huru-Hara Kiamat, Hisab, Mizan, Telaga, Shirath, Syafaat, & Fatwa-Fatwa tentang Akhirat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi /Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

