Home SirahMeninggalnya Fathimah binti Muhammad

Meninggalnya Fathimah binti Muhammad

by Abu Umar
0 comments 96 views

Saat itu kabar duka menyelimuti kaum Muslimin. Anak kesayangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam itu sedang sakit. Menjelang ajal Fathimah binti Muhammad, Asma’ binti ‘Umais datang menjenguk.

Di tengah kondisi lemahnya, rupanya istri ‘Ali bin Abi Thalib ini memikirkan suatu hal penting yang kini dianggap remeh oleh sebagian kaum Muslimin. Sang Fathimah az-Zahra mengeluhkan kondisinya kelak ketika jasadnya digotong dalam keranda terbuka.

BACA JUGA: Sebab Fatimah Dipanggil Az-Zahra

“Sungguh, aku menganggap buruk perlakuan terhadap wanita setelah wafatnya,” ucap Fathimah kepada sahabiyah yang menjenguknya itu. Sebab, “Jasad wanita yang dibungkus hanya ditutupi kain saat digotong di atas keranda terbuka.”

“Sebentar lagi,” lanjutnya mengabarkan, “aku akan meninggal dunia.” Dengan demikian, jika diperlakukan sebagaimana jasad wanita pada umumnya, “Aku malu jika jasadku digotong seperti itu, sebab manusia akan mengetahui panjang dan lebar ukuran tubuhku.”

Saat itu, peti mati belum dikenal dalam Islam. Kemudian, demi menjawab keluhan sahabatnya itu, Asma’ menyampaikan pengalamannya ketika melihat penggunaan peti mati di Ethiopia. “Aku pernah melihat orang Ethiopia menggunakan peti mati untuk menggotong kaum wanita sehingga jasadnya tertutup,” ujarnya menawarkan, “dan aku bisa membuatkannya untukmu.”

BACA JUGA:  Ketika Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Meminta Seorang Pelayan pada Nabi

Setelah disepakati, Asma’ pun membuatkan replikanya dari batang pohon kurma yang masih basah. Dengan pengalaman, keterampilan, dan cintanya kepada ananda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ini, Asma’ membuat penutup di atas alas keranda (dijumpai di zaman kita, penutup itu berbentuk setengah lingkaran). Setelah selesai, ia memperlihatkannya kepada Fathimah binti Muhammad.

Melihat hasil kerja sahabatnya itu, Fathimah berdecak kagum, “Alangkah bagus dan indahnya peti ini.” Dengan peti itulah, tulis Dr. Thal’at Muhammad ‘Afifi Salim dalam Diary Kehidupan Shahabiyah, “Dan Fathimah menjadi orang Islam pertama yang digotong dalam peti mati ketika akan dimakamkan.” []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119