Home MuamalahAkibat Memutus Silaturahmi

Akibat Memutus Silaturahmi

Ia rajin ibadah. Ia dikenal shalih. Namun ia memutus silaturahim. Dan merendahkan saudaranya sendiri.

by Abu Umar
0 comments 184 views

Ibnu Hajar Al-‘Asqalani menuturkan sebuah kisah yang mengguncang hati.
Tentang harta.
Tentang amanah.
Dan tentang dosa yang sering diremehkan.

Dikisahkan, ada seorang laki-laki kaya hendak berangkat menunaikan ibadah haji.
Sebelum menuju Baitullah,
ia menitipkan seribu dinar.
Bukan kepada sembarang orang.
Tetapi kepada seseorang yang dikenal shalih dan amanah di tengah masyarakat.

Ia pun berangkat dengan tenang.
Hatinya merasa aman.

Namun sepulang dari Makkah,
kabar duka menyambutnya.
Orang yang dititipi harta telah meninggal dunia.

BACA JUGA:  Akibat Shalat Berjamaah

Ia mendatangi ahli warisnya.
Menanyakan titipan tersebut.
Tetapi tak seorang pun mengetahui.
Seakan harta itu lenyap tanpa jejak.

Kebingungan pun melanda.
Akhirnya ia menemui seorang ulama di Makkah.
Meminta nasihat.

Ulama itu berkata,
“Datanglah ke sumur Zamzam pada malam hari.
Saat manusia terlelap.
Panggillah nama orang yang kamu titipi harta.
Jika ia termasuk orang baik, ia akan menjawab.”

Orang kaya itu mengikuti saran tersebut.
Ia berdiri di dekat Zamzam.
Memanggil nama orang itu berulang kali.
Namun malam tetap sunyi.
Tak ada jawaban.

Ia kembali kepada sang ulama.
Menceritakan apa yang ia alami.

Mendengar itu, ulama tersebut berkata lirih,
“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji‘uun.”

“Aku khawatir, orang yang kamu titipi harta bukan termasuk penghuni kebaikan.
Pergilah ke Yaman.
Di sana ada Sumur Barhut.
Yang disebut-sebut sebagai mulut neraka.
Datanglah ke sana pada malam hari.”

Dengan hati bergetar,
orang kaya itu berangkat ke Yaman.

Di dekat Sumur Barhut,
ia memanggil nama orang tersebut.

Dan kali ini,
suara itu menjawab.

Ia pun bertanya,
“Di mana engkau menyimpan hartaku?”

“Aku kubur hartamu di dekat rumahku.
Di rumah seseorang yang berada di sekitarnya.
Ambillah di sana,” jawab suara itu.

Namun kegelisahan belum hilang.
Orang kaya itu bertanya lagi,

“Aku mengenalmu sebagai orang shalih.
Aku memanggilmu di Zamzam, tapi engkau tak menjawab.
Aku memanggilmu di Barhut, dan engkau menjawab.
Mengapa demikian?”

Suara itu menjawab dengan pilu,

“Benar.
Aku dikenal sebagai orang yang rajin ibadah.
Namun sejak dimakamkan, aku sering diazab.
Kecuali pada saat ini, ketika aku menjawab panggilanmu.”

“Apakah sebabnya?” tanya orang kaya itu.

“Aku memiliki saudara perempuan.
Ia fakir.
Namun aku malu mengakuinya.
Aku enggan menemuinya.
Aku takut kehormatanku jatuh di mata manusia.
Aku takut dicemooh.”

“Itulah sebab azabku di alam kubur.”

BACA JUGA:  Akibat Mencari Ridho Manusia

Ia rajin ibadah.
Ia dikenal shalih.
Namun ia memutus silaturahim.
Dan merendahkan saudaranya sendiri.

Kisah ini mengajarkan satu hal yang besar.
Ibadah lahir tidak cukup.
Jika hati masih dipenuhi kesombongan.
Dan hubungan darah diputus karena gengsi.

Silaturahim bukan perkara sepele.
Ia bisa menjadi sebab rahmat.
Atau sebab azab.

Na‘udzubillah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119