Isya’ adalah sebuah nama untuk kegelapan yang pertama kali muncul sejak Maghrib. Disebut demikian karena dikerjakan pada waktu gelap tersebut.
Shalat Isya’ juga disebut dengan Al-Isya’ Al-Akhirah sebagaimana sabda Nabi
أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلَا تَشْهَدُ مَعَنَا الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ
“Wanita mana saja yang memakai wewangian, maka hendaknya tidak menghadiri shalat Isya’ bersama kami.”
BACA JUGA: Kapan Waktu Shalat Sunnah Fajar?
Disebut juga dengan Atamah sebagaimana sabda Nabi
لَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ، لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوا
“Sekiranya manusia itu mengetahui keutamaan yang ada dalam Al-Atamah (shalat Isya’) dan shalat Subuh, tentu mereka akan mendatanginya meskipun dengan merayap.”
Akan tetapi, ada riwayat yang menyebutkan makruh menyebutnya dengan atamah. Ibnu Umar menuturkan, aku mendengar Rasulullah bersabda:
لَا تَغْلِبَنَّكُمُ الْأَعْرَابُ عَلَى اسْمِ صَلَاتِكُمْ، أَلَا إِنَّهَا الْعِشَاءُ، وَهُمْ يُعْتَمُوْنَ بِالْإِبِلِ
“Jangan sampai orang-orang Baduimengalahkan kalian dalam menamakar shalat kalian ini. Ketahuilah itu adalah Isya. Mereka menundanya karena memerah susu unta.” []
Awal waktu Isya’
Para ulama sepakat -kecuali sedikit dari mereka-bahwa awal waktu shalat Isya adalah jika syafaq (senja merah) di langit telah hilang.
Namun mereka berbeda pendapat mengenai senja merah. Jumhur ulama berpendapat, yaitu sinar warna merah senja. Sedangkan Abu Hanifah, Zular dan Al-Auza’i berpendapat warna yang putih setelah munculnya senja merah
BACA JUGA:
Pahala Shalat Berjamaah di Masjid bagi Laki-laki
Saya katakan, pendapat pertamalah yang benar. Sebab riwayat yang ada menyebutkan bahwa Rasulullah mengerjakan shalat Isya’ ketika senja merah telah hilang. Orang yang mengetahui seluk-beluk terbit dan tenggelamnya benda-benda langit menyebutkan bahwa warna putih tidak akan hilang kecuali di sepertiga malam pertama. Dalam riwayat Aisyah disebutkan bahwa mereka mengerjakan shalat Isya’ antara hilangnya senja merah sampai sepertiga malam pertama Maka, kami yakin bahwa syufaq yang benar yaitu senja merah bukan putih, Wallahu a’lam. []
Sumber: Shahih Fiqhu As-Sunnah (Shahih Fiqih Sunnah (Jilid 1)/ Penulis: Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim / Penerbit: Insan Kamil / Cetakan: Cet. 1: Nopember 2021 / Rabiul Akhir 1443 H
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

