Home KajianTalbis Iblis terhadap Orang Zuhud

Talbis Iblis terhadap Orang Zuhud

Rasulullah makan daging dan menyukainya, makan ayam, menyukai yang manis-manis, dan suka menyegarkan diri dengan air dingin.

by Abu Umar
0 comments 43 views

Salah satu talbis Iblis atas orang-orang zuhud adalah memalingkan mereka dari jalan ilmu yang shahih dengan dalih sibuk merealisasikan kezuhudan. Dengan begitu, mereka sudah menukarkan sesuatu yang hina dengan sesuatu yang mulia. Mengapa bisa demikian? Karena manfaat yang dihasilkan orang zuhud sebatas untuk dirinya sendiri.

HR. Ahmad (5650) dari Ibnu Umar. Sanadnya shahih. Al-Haitsami berkata dalam kitab al Majma (VIII/104): “Para perawinya adalah para perawi hadits shahih.”

Sedangkan manfaat yang diberikan orang alim dapat dirasakan banyak pihak. Betapa banyak orang alim yang berhasil mengembalikan ahli ibadah yang tersesat ke jalan yang benar.

Talbis Iblis lainnya terhadap mereka adalah membuat mereka meyakini bahwa zuhud itu meninggalkan segala hal mubah. Maka dari itulah beberapa dari mereka hanya makan roti gandum, sebagiannya tidak pernah merasakan buah-buahan, dan selainnya menyedikitkan porsi makan hingga tubuhnya kurus-kering, atau menyiksa diri dengan memakai pakaian kulit yang kasar, atau tidak mau minum air yang bersuhu dingin.

BACA JUGA:  Talbis Iblis atas Ahli Ibadah dalam Perkara Niat Puasa

Semua itu bukanlah ajaran Rasulullah, bukan pula ajaran para Sahabat dan Tabi’in. Mereka ini menahan lapar hanya ketika tidak ada makanan. Adapun apabila memiliki makanan, mereka pun makan.

Rasulullah makan daging dan menyukainya, makan ayam, menyukai yang manis-manis, dan suka menyegarkan diri dengan air dingin.

Suatu hari, seorang laki-laki berkata: “Aku tidak makan khabish sebab tidak mampu mensyukurinya.” Mendengar perkataan tersebut, al-Hasan al-Bashri pun berkata: “Dia orang bodoh. Apa dia mampu mensyukuri nikmat air dingin?”

Sufyan ats-Tsauri setiap kali bepergian selalu membawa daging panggang dan faludzaj”.

Setiap orang harus tahu bahwa jiwanya tidak ubahnya hewan tunggangan. Hewan tunggangan mesti diperlakukan lemah lembut agar dapat mengantarkan ke tempat tujuan. Ambillah apa yang bermanfaat bagi jiwa dan tinggalkanlah yang menyakitinya, seperti terlalu kenyang setelah makan atau berlebihan mengkonsumsi sesuatu yang diinginkan, karena ini mengganggu raga dan agama.

Selanjutnya, perlu dipahami pula bahwa setiap orang punya watak dan juga kebiasaan yang berbeda-beda, tidak sama. Orang Arab badui terbiasa mengenakan pakaian wol serta hanya minum susu. Kami tidak mencela mereka atas hal itu karena karakter tubuh mereka mendorong hidup demikian. Begitu pula dengan orang-orang yang tinggal di pedalaman, mereka biasa mengenakan pakaian wol dan memakan acar. Kami tidak mencela mereka atas hal itu, pun tidak menuduh mereka memaksakan diri menjalani hidup demikian, sebab seperti itulah tradisi yang dilestarikan-yakni yang berlaku secara turun-menurun di kalangan mereka.

Namun tatkala tubuh seseorang terbiasa dengan hidup mewah sejak masih kecil, kami melarang orang seperti ini menanggung kehidupan yang menyiksa diri. Jika dia mau belajar bersikap zuhud serta lebih memilih meninggalkan syahwatnya, boleh jadi itu terjadi karena ada sesuatu yang halal memang tidak boleh disikapi secara berlebihan, atau sebab makanan lezat itu mendorong seseorang untuk suka makan hingga berakibat sering tidur dan bermalas-malasan. Orang tersebut harus terlebih dahulu mengetahui apa saja yang membahayakan serta yang tidak membahayakan diri ketika ia ditinggalkan, selanjutnya mengambil sebatas yang diperlukan saja, tanpa perlu menyiksa jiwa.

Janganlah Anda memperhatikan perkataan al-Harits al-Muhasibi dan Abu Thalib al-Makki ihwal menyedikitkan makan dan mujahadatun nafs (berjihad melawan syahwat) dengan meninggalkan segala yang mubah, karena mengikuti keteladanan Nabi dan kebiasaan para Sahabat lebih utama.

Ibnu Aqil pernah mengatakan: “Alangkah anehnya kondisi kalian dalam beragama; yaitu antara mengikuti hawa nafsu atau mengada-adakan amal kerahiban, antara bersenang-senang dan bermain-main atau mengabaikan kewajiban pribadi, menelantarkan keluarga dan mendekam di sudut masjid. Mengapa kalian tidak beribadah sesuai akal dan syariat?”

BACA JUGA:  Talbis Iblis atas Ahli Ibadah dalam Perkara al-Qur-an

Talbis Iblis berikutnya terhadap orang zuhud adalah membuat mereka meyakini hakikat zuhud berupa merasa cukup dengan makanan dan pakaian sederhana saja. Maka mereka merasa cukup dengan yang sederhana itu, namun hati mereka terus berambisi meraih kekuasaan dan wibawa, sehingga orang-orang seperti mereka ini selalu menantikan kunjungan penguasa, hanya memuliakan orang kaya tetapi tidak acuh kepada orang miskin, berpura-pura khusyuk di hadapan orang lain seakan baru keluar dari musyahadah.

Kadang, salah seorang dari mereka ada yang sampai menolak pemberian harta, agar bisa dikatakan bahwa pada dirinya terlihat ciri kezuhudan, padahal mereka selalu saja berharap akan kedatangan orang lain, tangan mereka ingin dicium oleh para penguasa, dan ingin mendapatkan tampuk kepemimpinan duniawi yang paling tinggi, karena puncak dari kenikmatan duniawi itu adalah mendapatkan tampuk kekuasaan pribadi. []

Sumber: Al-Muntaqa An-Nafis min Talbîs Iblîs (Talbis Iblis – Tipu Daya dan Perangkap Iblis ddalam Upaya Menjerumuskan Manusia Ke Jurang Kehancuran / Penulis: Ibnul Jauzi / Penerbit: : Dar Ibnul Jauzi Riyadh KSA / Cet. I 1429 Η / Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Keenam Jumadil Ula 1442 H / Desember 2020 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119