Pertanyaan: Apakah do’a bisa menolak qadha’? Mohon berikanlah fatwa untuk kami, semoga diganjar oleh pahala oleh Allah SWT.
Jawaban: Do’a termasuk sebab yang seorang berdo’a bisa memperoleh manfaat, dan pada kenyataanya bisa atau tidak bisa menolak qadha’, yakni mempunyai dua sisi, seperti sakit, kadang-kadang dia berdo’a kepada Allah supaya menyembuhkan sakit, maka sembuh.
BACA JUGA: Sejauh Mana Keshahihan Hadits: ‘Orang yang Pandai Adalah Orang yang Mampu Menundukkan Nafsunya’
Dari sini seandainya dia tidak berdo’a maka akan tetap sakit, namun dengan do’a menjadi sembuh. Hanya saja kita katakan, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan penyakit ini akan sembuh dari orang yang sakit melalui perantara do’a, maka hal ini telah ditulis.
Dalam hal ini, secara zhahir do’a bisa menolak qadar, dimana manusia menyangka bahwa seandainya tidak berdo’a maka akan tetap sakit. Akan tetapi sebenarnya tidak bisa menolak qadha’ karena asalnya do’a itu sudah ditulis, dan kesembuhan akan terwujud dengan do’a ini, inilah asal takdir yang telah ditetapkan pada zaman azali.
BACA JUGA: Hukum Bertawassul dengan Amal Shalih
Demikianlah segala sesuatu selalu disertai sebab, maka dengan sebab inilah Allah telah menjadikannya sebab untuk diperoleh sesuatu dengannya dan telah menetapkannya di zaman azali sebelum terjadinya.
(Liqaa’aat al-Baabil Maftuuh no. 790) []
Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

