Pertanyaan tentang siapa saja yang akan mengalami fitnah kubur dan pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir menjadi pembahasan penting di kalangan para ulama. Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa sebagian ahli ilmu berpendapat: “Umat-umat terdahulu juga ditanya di dalam kubur. Sebab, jika umat Nabi Muhammad ﷺ —yang merupakan umat terbaik— saja ditanya dalam kubur, maka umat-umat yang kedudukannya lebih rendah tentu lebih pantas untuk ditanya.” Beliau menegaskan, “Inilah pendapat yang kuat.”
BACA JUGA: Pertanyaan 2 Malaikat dan Fitnah Kubur
Fitnah dan pertanyaan kubur merupakan bagian dari kehidupan setelah mati yang pasti terjadi. Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ، وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ، أَتَاهُ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ، فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ؟…»
“Sesungguhnya seorang hamba apabila telah dikuburkan dan ditinggalkan oleh teman-temannya, ia akan mendengar suara sandal mereka. Lalu datang kepadanya dua malaikat, mendudukkannya, dan bertanya: ‘Apa pendapatmu tentang orang ini (Muhammad ﷺ)?’” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam ar-Ruh juga menegaskan bahwa fitnah kubur berlaku bagi seluruh manusia yang telah sampai dakwah kepadanya. Orang beriman akan dimantapkan hatinya dengan jawaban yang benar, sementara orang kafir dan munafik akan kebingungan dan diazab karena keraguannya.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan, pertanyaan di alam kubur bukan hanya simbolik, tetapi hakikat yang terjadi secara nyata bagi setiap orang yang telah baligh dan berakal setelah sampainya risalah.
Dengan demikian, pendapat yang kuat menunjukkan bahwa pertanyaan kubur tidak hanya khusus bagi umat Nabi Muhammad ﷺ, tetapi juga mencakup umat-umat terdahulu yang telah menerima risalah para nabi mereka. Semua akan diuji tentang tauhid, keimanan, dan ketaatan terhadap wahyu yang diturunkan kepada mereka.
BACA JUGA: Golongan Manusia dalam Fitnah Kubur
Maka hendaknya seorang mukmin memperbanyak amal saleh, memperkuat tauhid, dan memohon keteguhan dalam menjawab pertanyaan kubur kelak. Sebab, sebagaimana firman Allah:
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh di dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim: 27) []
Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Misteri Kematian – Menguak Fenomena Kematian & Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

