Seseorang pernah menghampiri Abu Hanifah sambil membawa pakaian sutera, la kemudian berkata, “Hai Abu Hanifah! Belilah baju ini.”
“Berapa harganya?” tanya Abu Hanifah.
“Seribu dirham,” jawab orang itu.
“Harganya lebih baik daripada itu,” kata Abu Hanifah.
“Dua ribu dirham,” kata orang itu.
BACA JUGA: Abu Hanifah dan Utang Piutang
“Harganya lebih baik daripada itu,” kata Abu Hanifah.
“Ya. Harganya memang lebih baik daripada itu,” kata orang itu.
Abu Hanifah kemudian berkata, “Aku mengambilnya dengan harga empat ribu dirham.” (Manaqib Al-Imam Al-A’zham, 1: 219)
Lindungilah Nu’man, dari Neraka
Abu Hanifah termasuk manusia terbaik dan sangat takut kepada Allah. Suatu ketika, Ali bin Husain si muadzin itu membaca surah Az-Zalzalah dalam shalat Isyak. Saat itu Abu Hanifah shalat di belakangnya. Seusai shalat dan orang-orang keluar, Ali bin Husain melihat Abu Hanifah sedang duduk berpikir sambil menghela nafas.
la berkata, “Semoga hatinya tidak sibuk memikirkanmu.” Saat keluar, ia membiarkan lentera tetap menyala dan di dalamnya hanya tersisa sedikit minyak. Setelah itu aku ia datang saat fajar telah terbit sementara Abu Hanifah masih berdiri sambil memegangi jenggot sambil mengucapkan, “Wahai Zat yang membalas kebaikan meski seberat biji sawi dengan kebaikan, dan yang membalas keburukan meski seberat biji sawi dengan keburukan! Lindungilah Nu’man, hamba-Mu, dari neraka dan apa saja keburukan yang mendekatkan kepadanya. Masukkanlah ia ke dalam luasnya rahmat-Mu.”
BACA JUGA: Abu Hanifah dan Ummu Imran, Wanita Gila
Ali berkata, “Aku mengumandangkan adzan, dan ternyata lampunya menyala. Abu Hanifah berdiri namun aku tidak masuk.”
Abu Hanifah berkata, “Aku ingin mengambil lentera.”
la berkata, “Aku sudah mengumandangkan adzan shalat Subuh.” Abu Hanifah berkata, “Rahasiakan apa yang engkau lihat.” []
Sumber: 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Abi Hanifah An-Nu man -100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Malik bin Anas – 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Asy-Syafii – 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Ahmad bin Hanbal (400 Kisah Hidup Imam Empat Madzhab) /Penulis: Dr Muhammad Shiddiq Al-Minsyawi / Penerbit: Zam Zam Cetakan V: September 2023
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

