Lisan adalah nikmat Allah yang dapat menjadi jalan kebaikan, tetapi juga bisa menjadi sumber dosa.
Melalui lisan, kita bisa menghibur hati yang bersedih, menyampaikan nasihat, dan mempererat tali persaudaraan.
Namun, melalui lisan pula seseorang bisa terluka, persahabatan retak, dan permusuhan tumbuh.
Terkadang, kita menganggap perkataan kasar sebagai candaan, padahal orang lain menyimpannya sebagai luka.
Kita mudah berbicara tanpa berpikir, tetapi sering terlambat menyadari bahwa kata-kata kita telah menyakiti hati seseorang.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
BACA JUGA: Orang Berakal Menjaga Lisannya
Hadis ini mengajarkan bahwa seorang muslim harus mempertimbangkan setiap perkataan sebelum mengucapkannya.
Jangan sampai lisan kita lebih sibuk membicarakan kekurangan orang lain daripada mengingat dosa dan kesalahan diri sendiri.
Allah juga melarang kita saling mengolok-olok dan memanggil orang lain dengan gelar yang buruk dalam Surah Al-Hujurat ayat 11.
Perkataan yang menyakitkan mungkin hanya keluar dalam hitungan detik, tetapi bekasnya bisa tinggal bertahun-tahun.
Karena itu, jangan menjadikan kejujuran sebagai alasan untuk berbicara kasar dan merendahkan orang lain.
Sampaikan kebenaran dengan cara yang baik, sebab nasihat yang benar pun perlu disampaikan dengan kelembutan.
Jika sedang marah, tahanlah lisan sampai hati kembali tenang dan pikiran mampu menimbang perkataan.
Jangan terburu-buru membalas ucapan buruk dengan ucapan yang lebih buruk, karena keburukan tidak akan selesai dengan keburukan.
Imam An-Nawawi menjelaskan pentingnya menjaga lisan karena perkataan dapat membawa seseorang kepada kebaikan maupun keburukan.
Biasakan membicarakan hal yang bermanfaat, menyebut kebaikan orang lain, dan menghindari ucapan yang tidak diperlukan.
Jika pernah menyakiti seseorang dengan perkataan, jangan gengsi untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan.
BACA JUGA: Menjaga Lisan dan Menghormati Para Nabi: Pelajaran dari Hadis tentang Nabi Yunus
Ingatlah bahwa kemuliaan seseorang bukan terletak pada banyaknya bicara, melainkan pada kebaikan yang keluar dari lisannya.
Mari jadikan lisan sebagai jalan pahala, bukan sumber luka bagi orang-orang di sekitar kita.
Semoga Allah menjaga lisan kita dari perkataan dusta, kasar, sia-sia, dan menyakitkan, serta membimbing kita untuk selalu berkata baik.[]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

