Hari Jumat merupakan kesempatan istimewa bagi setiap Muslim untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Setelah memahami adab-adab sebelum dan ketika melaksanakan shalat Jumat, ada pula amalan lain yang patut diperhatikan, mulai dari menjaga kekhusyukan, memperbanyak doa dan shalawat, hingga mengisi waktu dengan berbagai kebaikan.
Amalan-amalan tersebut hendaknya dilakukan dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. Dengan memahami adab dan keutamaan hari Jumat, kita berharap dapat memanfaatkan waktu yang mulia ini sebaik-baiknya, bukan sekadar menunaikan kewajiban, tetapi juga memperkuat iman dan memperbaiki kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Menjaga Kekhusyukan dalam Shalat Jumat
BACA JUGA: Tiga Jenis Manusia yang Menghadiri Shalat Jumat
Kedelapan, memperhatikan khutbah dengan saksama.
Ketika imam telah naik ke mimbar dan khutbah dimulai, jamaah hendaknya menghentikan aktivitas yang dapat mengganggu perhatian, menjaga ketenangan, dan menyimak khutbah. Termasuk di dalamnya tidak berbicara atau menyibukkan diri dengan zikir dan aktivitas lain yang mengalihkan perhatian dari khutbah.
Kesembilan, melaksanakan shalat sunnah setelah shalat Jumat.
Setelah shalat Jumat selesai, seorang Muslim dianjurkan melaksanakan shalat sunnah. Naskah ini menyebut dua rakaat, atau empat hingga enam rakaat jika memungkinkan. Dalam praktiknya, terdapat riwayat mengenai dua atau empat rakaat setelah shalat Jumat, sehingga jumlah rakaat dapat mengikuti tuntunan yang dipahami dari dalil dan bimbingan ulama.
Kesepuluh, memperbanyak waktu untuk beribadah.
Jika memiliki kesempatan, seseorang dapat tetap berada di masjid setelah shalat Jumat untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, atau melakukan ibadah lainnya. Namun, hal ini bukan kewajiban yang mengharuskan seseorang tinggal di masjid hingga shalat Ashar atau Maghrib.
Memanfaatkan Waktu dan Amalan Istimewa Hari Jumat
Kesebelas, mencari waktu mustajab untuk berdoa.
Hari Jumat memiliki waktu yang istimewa untuk berdoa. Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu pastinya. Di antara pendapat yang dikenal adalah waktu antara imam duduk di mimbar hingga shalat Jumat selesai, serta waktu menjelang matahari terbenam setelah Ashar.
Karena itu, seorang Muslim hendaknya memperbanyak doa sepanjang hari Jumat dan tidak menyia-nyiakan waktu yang berharga tersebut.
Kedua belas, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Hari Jumat merupakan kesempatan untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah ﷺ. Seorang Muslim dapat membaca shalawat yang bersumber dari tuntunan Nabi, memohon kepada Allah agar menganugerahkan kepada beliau al-wasilah dan kedudukan yang terpuji sebagaimana disebutkan dalam doa setelah azan, serta memperbanyak istigfar.
Adapun riwayat yang menyebutkan keutamaan membaca shalawat sebanyak delapan puluh kali pada hari Jumat dengan penghapusan dosa selama delapan puluh tahun perlu diperiksa terlebih dahulu derajat hadisnya sebelum disampaikan sebagai keutamaan yang pasti.
Ketiga belas, membaca Surah Al-Kahfi.
Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat atau malam Jumat merupakan amalan yang dikenal dalam tradisi kaum Muslimin. Sejumlah riwayat membahas keutamaannya, termasuk perlindungan dari fitnah. Namun, setiap riwayat tentang keutamaan khusus dan besarnya pahala perlu dipahami berdasarkan penilaian para ahli hadis.
Selain membaca Surah Al-Kahfi, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak tilawah Al-Qur’an sesuai kemampuan. Jika mampu, ia dapat menambah bacaan hingga menyelesaikan khatam, tanpa menganggap khatam pada hari Jumat sebagai kewajiban khusus.
Keempat belas, bersedekah sesuai kemampuan.
Sedekah merupakan amal saleh yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk pada hari Jumat. Seseorang hendaknya bersedekah dengan ikhlas sesuai kemampuannya. Jika hendak memberikan sedekah di masjid, ia perlu memperhatikan ketertiban dan aturan yang berlaku agar tidak mengganggu jamaah.
Naskah ini juga menyebut shalat tasbih sebagai amalan yang dianjurkan pada hari Jumat. Namun, pengkhususan shalat tasbih pada hari Jumat memerlukan dalil tersendiri, sehingga sebaiknya tidak dianggap sebagai sunnah khusus hari Jumat tanpa penjelasan yang memadai.
BACA JUGA: Menghidupkan Hari Jumat: Lima Belas Adab untuk Meraih Keberkahan (1)
Kelima belas, mengutamakan amal akhirat.
Hari Jumat hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan mengingat Allah. Seorang Muslim dapat mengurangi aktivitas duniawi yang tidak mendesak agar memiliki lebih banyak waktu untuk shalat, membaca Al-Qur’an, berdoa, bershalawat, dan membantu sesama.
Meski demikian, mencari nafkah dan menjalankan tanggung jawab duniawi tetap diperbolehkan. Setelah shalat Jumat ditunaikan, seorang Muslim dapat kembali bekerja dan mencari karunia Allah dengan tetap menjaga kewajiban agamanya.
Penutup
Berbagai adab dan amalan hari Jumat mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga hubungan dengan Allah sekaligus menghormati sesama manusia. Mendengarkan khutbah dengan khusyuk, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, bershalawat kepada Nabi ﷺ, dan bersedekah merupakan bentuk ikhtiar untuk mengisi hari yang mulia ini dengan kebaikan.
Semoga kita tidak melewatkan hari Jumat tanpa mengambil pelajaran dan memperbanyak amal saleh. Mari jadikan setiap Jumat sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat ketakwaan, dan menumbuhkan semangat beribadah. Semoga Allah menerima amal-amal kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan membimbing kita agar senantiasa berada di jalan yang diridai-Nya.[]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

