Home » Ampunan dan Keamanan

Ampunan dan Keamanan

by Abu Umar
0 comments 41 views

Dalam perjalanan hidup, ada banyak peristiwa yang seharusnya membuat kita berhenti sejenak untuk merenung. Musibah, kehilangan, perubahan keadaan, dan berbagai ujian bukan sekadar kejadian yang berlalu. Semuanya dapat menjadi pengingat agar kita kembali kepada Allah, memperbanyak taubat, dan membasahi lisan dengan istigfar.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,

“Sesungguhnya dahulu ada dua hal yang memberikan keamanan kepada kalian. Salah satunya telah berlalu, sedangkan yang lainnya masih tersisa.”

Kemudian beliau membacakan firman Allah:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan Allah tidak akan mengazab mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka memohon ampun.” (QS. Al-Anfal: 33).

BACA JUGA: Kesejahteraan, Kedamaian, dan Keamanan di Zaman Nabi Isa

Perkataan ini menjelaskan dua hal yang disebutkan dalam ayat tersebut: keberadaan Rasulullah ﷺ di tengah umat beliau dan istigfar. Setelah Rasulullah ﷺ wafat, kesempatan untuk memohon ampun kepada Allah tetap terbuka bagi umatnya.

Istigfar bukan sekadar ucapan, melainkan jalan untuk kembali kepada Allah.

Ketika menyadari kesalahan, kita memohon ampun. Ketika lalai dalam ketaatan, kita memperbaiki diri. Ketika terjerumus dalam dosa, kita berusaha meninggalkannya dan tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan.” (QS. Hud: 3).

Namun, ayat tentang istigfar bukan jaminan bahwa orang yang mengucapkannya akan terbebas dari setiap musibah atau hukuman dalam segala keadaan. Istigfar harus disertai kesungguhan untuk bertaubat, memperbaiki amal, dan menunaikan hak sesama manusia.

BACA JUGA: Didoakan Ampunan oleh Malaikat karena Amalan Ini

Karena itu, jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa evaluasi diri. Sisihkan waktu untuk membaca istigfar, mengakui kekurangan, dan memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

Kita tidak tahu berapa lama lagi kesempatan hidup ini tersisa. Maka, selagi masih diberi waktu, perbanyaklah memohon ampun sebelum datang hari ketika penyesalan tidak lagi berguna.

Jangan hanya mengambil pelajaran dari peristiwa, tetapi jadikan setiap pelajaran sebagai alasan untuk semakin dekat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, melindungi kita dengan rahmat-Nya, dan membimbing kita untuk senantiasa kembali kepada-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119