Usia, kekayaan, dan keadaan hidup sering kali menjadi ukuran yang digunakan manusia untuk menilai seseorang. Padahal, kemuliaan di sisi Allah tidak ditentukan oleh panjangnya usia, banyaknya harta, atau tinggi rendahnya kedudukan. Kemuliaan sejati terletak pada iman, ketakwaan, dan akhlak yang menghiasi diri.
Sebuah nasihat yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه menyebutkan tiga jenis manusia yang dibenci Allah, yaitu orang tua yang bodoh dalam urusan agama, orang kaya yang zalim, dan orang miskin yang sombong. Nasihat ini mengandung pelajaran penting tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim menjalani kehidupannya.
Usia Seharusnya Mendekatkan kepada Ilmu
Orang tua yang bodoh dalam urusan agama adalah gambaran seseorang yang telah diberi umur panjang, tetapi tidak menggunakannya untuk mengenal dan mempelajari agamanya. Padahal, bertambahnya usia semestinya menjadi kesempatan untuk memperbanyak ilmu, memperbaiki amal, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.
BACA JUGA: Sebaik-baik Manusia adalah yang Panjang Umur dan Baik Amalannya
Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2330).
Umur yang panjang menjadi karunia apabila diiringi dengan ketaatan. Sebaliknya, usia yang terus bertambah tanpa kepedulian terhadap ilmu dan amal merupakan kerugian yang patut direnungkan.
Kekayaan Tidak Seharusnya Melahirkan Kezaliman
Orang kaya yang zalim adalah mereka yang menjadikan harta sebagai sarana untuk menindas, merampas hak, atau merendahkan orang lain. Padahal, kekayaan merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Ali ‘Imran: 57).
Harta semestinya mendorong seseorang untuk bersyukur, bersedekah, dan membantu sesama, bukan membuatnya merasa berkuasa atas orang lain.
BACA JUGA: Mengapa Allah Membiarkan Iblis Menggoda Manusia?
Kemiskinan Bukan Alasan untuk Sombong
Adapun orang miskin yang sombong menunjukkan bahwa kesombongan bukan hanya penyakit orang kaya. Seseorang yang memiliki sedikit harta pun dapat merasa lebih mulia, merendahkan orang lain, atau menolak kebenaran.
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia (HR. Muslim no. 91).
Nasihat ini mengingatkan kita agar tidak terlena oleh usia, tidak diperbudak kekayaan, dan tidak membiarkan keadaan hidup menumbuhkan kesombongan. Sebab, apa pun keadaan kita, kemuliaan hanya diraih dengan iman, ketakwaan, kerendahan hati, dan amal saleh. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

