Tidak semua kebaikan datang dalam bentuk kesempatan yang menyenangkan. Terkadang, kebaikan justru hadir melalui seseorang yang mengetuk pintu rumah kita dengan membawa kebutuhan. Ada yang datang karena lapar, ada yang membutuhkan obat, dan ada pula yang memohon pertolongan karena sedang menghadapi kesulitan.
Mungkin kehadirannya terasa merepotkan. Kita harus menyisihkan waktu, tenaga, bahkan sebagian harta yang telah susah payah dikumpulkan. Namun, jangan sampai kesibukan dan kecintaan terhadap apa yang kita miliki membuat hati tertutup dari kesempatan untuk berbuat baik.
BACA JUGA: Jangan Terburu-Buru, Shalatlah dengan Thuma’ninah
Mereka Bisa Menjadi Jalan Penghapus Dosa
Syaikh Dr. Muhammad Al-Hajiri حفظه الله pernah menyampaikan nasihat:
“Jika datang padamu seseorang yang butuh makanan, obat atau pertolongan, maka jangan ditolak. Dia datang padamu untuk menghapus sebagian dosa-dosamu.”
Nasihat ini mengajak kita melihat orang yang membutuhkan bukan semata-mata sebagai seseorang yang meminta bantuan, melainkan juga sebagai kesempatan yang Allah hadirkan untuk melakukan amal saleh. Bisa jadi, melalui makanan yang kita berikan, obat yang kita belikan, atau pertolongan sederhana yang kita ulurkan, Allah mengampuni sebagian kesalahan kita.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa menghilangkan satu kesusahan seorang Mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.” (HR. Muslim no. 2699).
Betapa besar keutamaan membantu sesama. Pertolongan yang mungkin terasa kecil bagi kita, bisa jadi sangat berarti bagi orang yang sedang kesulitan. Bahkan, sesuatu yang kita anggap sederhana dapat menjadi sebab hadirnya kebahagiaan dan meringankan beban hidup seseorang.
Jangan Biarkan Kesempatan Kebaikan Berlalu
Tentu, membantu orang lain tetap perlu dilakukan dengan bijaksana, sesuai kemampuan dan keadaan. Kita tidak harus memenuhi setiap permintaan jika memang tidak sanggup. Namun, jangan menolak dengan kasar, merendahkan, atau mempermalukan orang yang datang meminta bantuan.
BACA JUGA: Kebenaran Itu Berat, Jangan Ditambah dengan Akhlak yang Buruk
Ingatlah bahwa harta, kesehatan, waktu, dan kemampuan yang kita miliki adalah titipan Allah. Suatu saat, mungkin justru kitalah yang membutuhkan uluran tangan orang lain.
Maka, ketika seseorang datang membawa kebutuhan, sambutlah dengan hati yang lapang. Jika mampu, bantulah. Jika belum mampu, sampaikan dengan santun atau tunjukkan jalan menuju pertolongan.
Jangan sampai orang yang datang membutuhkan justru menjadi sebab kita kehilangan kesempatan meraih ampunan dan pahala dari Allah. Sebab, boleh jadi, melalui tangan kita, Allah sedang mengirimkan kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat kita. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

