Waswas atau bisikan setan dapat muncul dalam berbagai bentuk. Seseorang bisa dibuat ragu terhadap ibadahnya, mempertanyakan keimanannya, atau terus-menerus memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan. Lalu, bagaimana cara menghadapinya?
Belajar Apa yang Diajarkan Syariat
Salah satu cara untuk mengakhiri waswas adalah dengan mempelajari apa yang telah Allah dan Rasul-Nya ﷺ ajarkan untuk menghadapi bisikan setan, kemudian berusaha mengamalkannya.
Jangan sampai seseorang justru terus mengikuti pertanyaan dan keraguan yang muncul dalam pikirannya. Bisa jadi, tanpa disadari, hal itu menjadi salah satu jalan setan untuk menghalanginya dari ilmu dan amal yang bermanfaat.
Karena itu, ketika menghadapi suatu persoalan agama, seorang Muslim hendaknya mencari jawabannya berdasarkan petunjuk Allah dan Rasul-Nya ﷺ, kemudian menerimanya dan berusaha mengamalkannya. Bukan menjadikan perasaan, dugaan, atau pikiran pribadi sebagai ukuran utama kebenaran.
BACA JUGA: Shalat Shubuh Sebab Terusirnya Setan
Jangan Mudah Menganggap Diri Mengalami Gangguan Berat
Seseorang juga tidak sepatutnya langsung menyimpulkan bahwa dirinya mengalami gangguan obsesif atau kondisi patologis hanya karena memiliki pikiran yang mengganggu.
Bisa jadi yang dialaminya hanyalah keraguan, prasangka, atau ketidaktahuan yang sebenarnya dapat diatasi dengan ilmu dan langkah yang tepat. Jika seseorang merasa kondisinya sudah berat dan mengganggu kehidupannya, diagnosis hendaknya diserahkan kepada tenaga profesional yang berkompeten.
Dengan demikian, seseorang tidak semakin terjebak dalam ketakutan karena memberikan label tertentu kepada dirinya sendiri.
Tujuan Setan adalah Menyesatkan Manusia
Setan memiliki tujuan yang jelas: menyesatkan manusia dari jalan Allah. Ia berusaha menghalangi manusia dari ketaatan, mendorong kemaksiatan, menimbulkan kesedihan, serta membingungkan manusia dalam urusan agama.
Di antara caranya adalah membisikkan keraguan terhadap iman dan amal saleh. Setan berusaha membuat seseorang terus bertanya, ragu, dan akhirnya meninggalkan kebaikan.
Karena itu, seorang Muslim tidak boleh menjadikan setiap bisikan yang muncul dalam pikirannya sebagai sesuatu yang harus diikuti atau dilayani.
BACA JUGA: Fitnah Dajjal: Meminta Pertolongan dari Setan
Setan Banyak Berdusta
Setan menggunakan kebohongan untuk menyesatkan manusia. Rasulullah ﷺ bersabda, “Kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Seseorang senantiasa berkata jujur hingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur. Kebohongan membawa kepada keburukan, dan keburukan membawa ke neraka.” (HR. Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2607).
Rasulullah ﷺ juga menjelaskan bahwa setan adalah pendusta yang sangat kuat. Dalam hadis tentang Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, setan disebut sebagai kadzub, yakni orang yang sangat sering berdusta. (HR. Bukhari no. 5010).
Ibn Hajar menjelaskan bahwa maksudnya adalah kebiasaan setan yang terus-menerus berdusta. (Fath al-Bari, 9/56).
Maka, ketika waswas datang, jangan buru-buru mempercayainya. Kembali kepada ilmu, petunjuk Allah dan Rasul-Nya ﷺ, serta berusahalah mengamalkannya. Sebab, melawan bisikan setan bukan dengan mengikuti setiap pertanyaan yang muncul, tetapi dengan ilmu, ketaatan, dan tidak memberikan perhatian kepada keraguan yang tidak berdasar.
Wallahu a’lam. []
SUMBER: ISLAMQA
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

