Home Yaumul HisabKebanyakan Penghuni Surga Adalah Orang Miskin

Kebanyakan Penghuni Surga Adalah Orang Miskin

eduanya adalah ujian. Orang kaya diuji dengan hartanya, sedangkan orang miskin diuji dengan kesabarannya.

by Abu Umar
0 comments 3 views

Rasulullah Muhammad ﷺ pernah diperlihatkan keadaan surga dan neraka. Di antara pelajaran besar yang beliau sampaikan adalah tentang siapa yang paling banyak menjadi penghuni keduanya.

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda,

قُمْتُ علَى بَابِ الجَنَّةِ، فَإِذَا عَامَّةُ مَن دَخَلَهَا المَسَاكِينُ، وإذَا أَصْحَابُ الجَدِّ مَحْبُوسُونَ، إِلَّا أَصْحَابَ النَّارِ، فقَدْ أُمِرَ بِهِمْ إلى النَّارِ، وَقُمْتُ علَى بَابِ النَّارِ، فَإِذَا عَامَّةُ مَن دَخَلَهَا النِّسَاءُ

“Aku pernah berdiri di depan pintu surga, lalu aku melihat bahwa mayoritas orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin. Adapun orang-orang kaya masih tertahan (untuk menjalani hisab), kecuali mereka yang menjadi penghuni neraka, karena mereka telah diperintahkan masuk ke dalamnya. Aku juga pernah berdiri di depan pintu neraka, dan aku melihat bahwa mayoritas penghuninya adalah kaum wanita.” (HR. Bukhari no. 5196 dan Muslim no. 2736).

BACA JUGA: Di Manakah Surga Berada?

Hadis ini bukanlah celaan terhadap orang kaya, dan bukan pula pujian terhadap kemiskinan semata. Islam tidak pernah mengajarkan bahwa miskin lebih utama daripada kaya secara mutlak. Yang menjadi ukuran di sisi Allah adalah ketakwaan.

Lalu mengapa mayoritas penghuni surga adalah orang miskin?

Para ulama menjelaskan bahwa orang miskin umumnya memiliki harta yang sedikit sehingga hisab mereka lebih ringan. Mereka tidak banyak ditanya tentang dari mana harta diperoleh dan ke mana dibelanjakan. Sebaliknya, orang yang diberi kekayaan akan menjalani hisab yang lebih panjang karena setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah Ta’ala berfirman,

“Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang segala kenikmatan.” (QS. At-Takatsur: 8).

Karena itu, kekayaan bukanlah tanda kemuliaan, sebagaimana kemiskinan bukanlah tanda kehinaan. Keduanya adalah ujian. Orang kaya diuji dengan hartanya, sedangkan orang miskin diuji dengan kesabarannya.

BACA JUGA:  Doa Memohon Surga, Berlindung dari Neraka, dan Memohon Takdir yang Baik

Banyak sahabat Nabi ﷺ yang kaya raya, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Utsman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhum. Mereka termasuk penghuni surga karena mampu menjadikan harta sebagai sarana beribadah, bukan sebagai tujuan hidup. Mereka dermawan, gemar bersedekah, dan menggunakan kekayaan untuk menolong agama Allah.

Hadis ini hendaknya menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar tidak tertipu oleh gemerlap dunia. Jangan sampai seluruh waktu dan tenaga dihabiskan hanya untuk mengejar harta, sementara bekal menuju akhirat dilupakan.

Bagi yang hidup dalam kekurangan, hadis ini menjadi penghibur agar tetap bersabar, menjaga iman, dan tidak berputus asa. Sementara bagi yang Allah limpahkan rezeki, hadis ini menjadi peringatan agar amanah tersebut digunakan di jalan yang diridhai-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119