Home SosokIbnul Jauzi, Berguru pada 90 Orang

Ibnul Jauzi, Berguru pada 90 Orang

Usaha Ibnul Jauzi di dalam mencari ilmu dengan memilih para ulama terkemuka pada zamannya berdampak positif, yakni datangnya para penuntut ilmu untuk menimba ilmu darinya.

by Abu Umar
0 comments 72 views

Namanya adalah Jamaluddin Abul Faraj, Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali al-Qurasyi al-Baghdadi, yang lebih dikenal dengan nama Ibnul Jauzi. Dilahirkan di Darb Habib, salah satu wilayah di Baghdad, tahun 510 H.

Ibnul Jauzi tumbuh di lingkungan keilmuan yang sangat bagus. Ketika ayahnya meninggal saat dia berusia 3 tahun, dia lalu diasuh oleh bibinya. Perhatian penuh diberikan bibinya ini, hingga dia menjadi sosok unggul dibanding teman-teman sebayanya.

BACA JUGA:  Talbis Iblis terhadap para Pemilik Harta

Bibinyalah yang membawanya ke masjid Imam Abul Fadhl Muhammad bin Nashir (w. 550 H), ulama yang kemudian mendidiknya dengan didikan yang terbaik, dan beliau memperdengarkan hadits kepadanya.

Pada awalnya Ibnul Jauzi hidup dengan bergelimang harta, sebagaimana yang telah dia tuturkan sendiri. Namun setelah itu, dia mengalami banyak penderitaan di dalam perjalanannya mencari ilmu, bahkan dia pernah bertutur mengenai dirinya: “Ketika masih kecil, aku biasa membawa bekal roti kering sebelum pergi mencari hadits. Aku duduk di tepi Sungai Isa, sedang aku tidak bisa memakan roti itu kecuali dengan air, maka setiap aku makan satu suap, aku iringi ia dengan satu teguk air, sementara tidak ada yang kuinginkan melainkan merasakan lezatnya mendapatkan ilmu.”

Ibnul Jauzi memiliki guru yang sangat banyak. Bahkan ketika menulis kitab Musyaikhah, dia menyebutkan bahwa jumlah gurunya hampir mencapai 90 orang.

BACA JUGA:  Talbis Iblis terhadap Kaum Fakir

Ibnul Jauzi bercerita: “Tatkala masih kecil, aku dibawa guru kami, Ibnu Nashir, untuk belajar kepada para ulama. Dia memperdengarkan bagiku al-awali (sanad-sanad tinggi) dan memantapkan semua yang aku dengar dengan tulisan. Dia juga mengambilkan ijazah ijazah untukku dari mereka. Setelah saya mengetahui bagaimana mencari ilmu, saya pun ber-mulazamah (duduk menuntut ilmu syar’i) kepada guru yang paling alim dan ahli hadits yang paling paham.”

Usaha Ibnul Jauzi di dalam mencari ilmu dengan memilih para ulama terkemuka pada zamannya berdampak positif, yakni datangnya para penuntut ilmu untuk menimba ilmu darinya. Di antara mereka terdapat al-Hafizh Abdul Ghani al-Maqdisi (w. 600 H) dan cucunya, Yusuf bin Qaz Ughali bin Abdullah (w. 645 H). []

Sumber: Al-Muntaqa An-Nafis min Talbîs Iblîs (Talbis Iblis – Tipu Daya dan Perangkap Iblis ddalam Upaya Menjerumuskan Manusia Ke Jurang Kehancuran / Penulis: Ibnul Jauzi / Penerbit: : Dar Ibnul Jauzi Riyadh KSA / Cet. I 1429 Η / Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Keenam Jumadil Ula 1442 H / Desember 2020 M

 

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119