Home SirahHaramnya Menikahi Ummahatul Mukminin Sepeninggal Rasulullah

Haramnya Menikahi Ummahatul Mukminin Sepeninggal Rasulullah

Tidak ada yang mampu mengukur beratnya dosa tersebut dan tidak ada yang dapat mengetahui betapa besar ancaman dan balasan dari perbuatan itu kecuali Allah.

by Abu Umar
0 comments 110 views

Allah mengharamkan semua laki-laki menikahi isteri-isteri Rasulullah sepeninggal beliau. Dia menjadikan perbuatan tersebut sebagai bentuk penodaan terhadap diri dan rumah tangga Rasul-Nya.

Sebab, Ummahatul Mukminin haram bagi semua laki-laki untuk dinikahi, sebagaimana haramnya menikahi ibu-ibu mereka sendiri. Keharaman ini berlaku sepanjang masa dan tidak akan berubah untuk selama-lamanya dalam kondisi apa pun.

Allah berfirman:

… وَمَا كَانَ لَكُمْ أَن تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَن تَنكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمًا ))

“…. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.” (QS. Al-Ahzaab: 53).

BACA JUGA:  Turunnya al-Qur-an di dalam Rumah Ummahatul Mukminin

Imam asy-Syafi’i له berkata: “Tidak sah bagi siapa pun untuk menikahi isteri-isteri Nabi yang ditinggalkan beliau setelah wafat. Siapa saja yang membolehkan hal itu, berarti orang tersebut telah kafir.”

Mengenai ayat ini, Ibnu Katsir “Seluruh ulama sepakat bahwa isteri-isteri Rasulullah setelah beliau wafat haram bagi siapa pun untuk menikahinya. Sebab, mereka merupakan isteri-isteri beliau di dunia dan di akhirat sekaligus sebagai ibu bagi kaum Muslimin.

Adapun mengenai salah seorang di antara isteri-isteri beliau yang sudah beliau campuri kemudian diceraikan, apakah boleh bagi laki-laki lain untuk menikahinya?

Mengenai masalah ini, terdapat dua pendapat ulama. Perbedaan pendapat ini terjadi karena adanya beda penafsiran lafazh ) من بعده (QS. Al-Ahzaab: 53); apakah isteri yang beliau ceraikan tadi termasuk dalam keumuman firman Allah ataukah tidak?

Adapun salah seorang di antara isteri-isteri beliau yang beliau nikahi kemudian diceraikan sebelum beliau campuri, maka kami tidak mengetahui boleh tidaknya hal tersebut. Di sini ulama berbeda pendapat, wallaahu a’lam.

Adanya larangan menikahi isteri-isteri Nabi menunjukkan tingginya kedudukan Rasulullah di sisi Rabbnya, sebagaimana Allah menjaga harga diri beliau semasa hidup ataupun setelah beliau wafat; mengingatkan ummat secara keras untuk tidak menyakiti dan tidak menikahi isteri-isteri Nabi setelah beliau wafat.

Hal ini menegaskan adanya penjagaan terhadap kedudukan Ummahatul Mukminin radhiyallaahu ‘anhunna dan tingginya kedudukan mereka, ketika Allah telah menetapkan dalam hukum, keputusan, dan syari’at-Nya bahwa pelanggaran terhadap semua itu merupakan dosa besar di sisi-Nya.

BACA JUGA:   Wasiat Rasulullah ﷺ kepada Ummahatul Mukminin setelah Beliau Wafat

Tidak ada yang mampu mengukur beratnya dosa tersebut dan tidak ada yang dapat mengetahui betapa besar ancaman dan balasan dari perbuatan itu kecuali Allah.

Dengan demikian, menjaga isteri-isteri Rasulullah adalah suatu kehormatan, bahkan merupakan harga diri beliau yang harus dijaga sebaik-baiknya oleh kaum Muslimin, melebihi penjagaan mereka terhadap kehormatan dan harga diri mereka sendiri.

Mereka adalah ibu bagi setiap kaum Muslimin. Mereka harus diberi penghargaan dan penghormatan yang semestinya, layaknya seorang ibu dihargai dan dihormati. Dan, sebagaimana diharamkan bagi seorang anak menikahi ibunya sendiri, diharamkan juga bagi seorang Mukmin menikahi wanita yang telah dinikahi oleh Rasulullah, baik ketika beliau masih hidup maupun setelah beliau wafat, sementara wanita tersebut masih dalam pemeliharaan beliau. []

Sumber: Silsilah Ummahaatil Mu’minun wad Da’wah llallaah (Fiqih Dakwah UMMAHATUL MUKMININ 2) / Penulis: Dr. Khalid bin Muhammad /Penerbit: Daar az-Zaman-Madinah Munawwarah (Pustaka Imam asy-Syafi’i) / Cet. I 1424 H/2003 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119