Allah SWT telah memberikan nikmat yang besar kepada Ummahatul Mukminin radhiyallaahu ‘anhunna, dan menjadikan rumah-rumah mereka sebagai tempat turunnya wahyu, sumber cahaya, dan rumah yang penuh hikmah (sunnah Nabi). Allah juga telah mengkhususkan mereka dengan berbagai keistimewaan yang tidak diberikan kepada wanita selain mereka.
Allah SWT berfirman:
وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا (٣)
“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sungguh, Allah Mahalembut, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Ahzaab: 34)
BACA JUGA: 4 Tahapan Menikmati Bacaan Quran
Ibnu Katsir berkata: “Ingatlah nikmat yang hanya dikhususkan kepada kalian di antara seluruh manusia yang ada. Ingatlah bahwa wahyu turun di rumah-rumah kalian, bukan di rumah-rumah manusia yang lainnya-sesungguhnya Allah Mahalembut lagi Maha Mengetahui-yaitu Mahalembut terhadap kalian. Sebab, Dia telah menjadikan kalian berada di rumah-rumah yang di dalamnya dibaca ayat-ayat Allah dan hikmah, yaitu sunnah Rasulullah-sebagai pemberitahuan untuk kalian-ketika Allah memilih kalian sebagai isteri Rasul-Nya.” (Tafsirul Qur-aan al Azbiim karya Abul Fida Isma’il bin Katsir (III/486), terbitan Daar Ihyaa al-Kutub al Arabiyyah)
Mereka adalah wanita-wanita pilihan ummat ini, baik dari sisi agama, ilmu, maupun dari sisi amal ibadah. Salah satu bukti dari semua itu adalah Allah menurunkan al-Qur-an kepada diri mereka, yang terus dibaca sampai hari Kiamat. Semua itu tidak lain karena karamah dan derajat mereka yang tinggi di sisi Allah.
Dalam al-Qur-an, Allah SWT berfirman:
يَنِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ ….
“Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa….” (QS. Al-Ahzaab: 32)
BACA JUGA: Dekatlah dengan Al-Quran
Ar-Razi berkata: “Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa keutamaan hanya dapat diraih oleh isteri-isteri Nabi dengan syarat mereka bertakwa, karena karunia yang telah diberikan Allah kepada mereka, di antaranya menjadi pendamping Rasul dan menempati kedudukan yang terhormat di sisi beliau, serta turunnya al-Qur-an yang menjelaskan tentang hak mereka.” []
Sumber: Silsilah Ummahaatil Mu’minun wad Da’wah llallaah (Fiqih Dakwah UMMAHATUL MUKMININ 2) / Penulis: Dr. Khalid bin Muhammad /Penerbit: Daar az-Zaman-Madinah Munawwarah (Pustaka Imam asy-Syafi’i) / Cet. I 1424 H/2003 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

