Puasa bukan sekadar menahan lapar.
Bukan hanya menahan dahaga.
Namun juga menjaga lisan.
Sayangnya, banyak yang lalai.
Lisan masih mudah berghibah.
Membicarakan keburukan orang lain.
Inilah yang merusak pahala puasa.
Bahkan bisa mengurangi nilainya.
Karena itu, Nabi ﷺ mencontohkan satu amalan penting.
Yaitu memperbanyak istighfar.
BACA JUGA: Rasululullah Bertanya: Tahukah Kalian Apakah Itu Ghibah?
Beliau bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Allah, aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari 70 kali dalam sehari.” (HR. Bukhari no. 6307)
Dalam riwayat lain:
إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِى وَإِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِى الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Aku beristighfar kepada Allah dalam sehari 100 kali.” (HR. Muslim no. 2702)
Padahal beliau maksum.
Namun tetap banyak beristighfar.
Lalu bagaimana dengan kita?
Seorang ulama, Ibnul Munkadir rahimahullah berkata:
“Orang puasa jika berghibah, ia telah merobek puasanya. Jika ia beristighfar, ia telah menambalnya.”
Ungkapan ini sangat dalam.
Ghibah itu seperti merobek kain pahala.
Meninggalkan luka pada ibadah kita.
Namun jangan putus asa.
Masih ada penambalnya.
Segeralah istighfar.
Ucapkan “astaghfirullah” dengan tulus.
Menyesal dan bertekad tidak mengulanginya.
BACA JUGA: Adakah Cara untuk Mengetahui Ibadah Puasa Kita Diterima?
Perbaiki lisan.
Jaga kehormatan sesama.
Puasa yang sempurna adalah yang bersih.
Dari dosa lisan dan hati.
Jika terjatuh, segera bangkit.
Tambal dengan istighfar.
Semoga puasa kita tetap utuh.
Dan diterima oleh Allah Ta’ala. []
RUJUKAN: RUMAYSHO
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

