Home RamadhanAdab I’tikaf: Menghidupkan Masjid dan Menjaga Kekhusyukan Ibadah

Adab I’tikaf: Menghidupkan Masjid dan Menjaga Kekhusyukan Ibadah

Dengan menjaga adab-adab ini, i’tikaf akan menjadi ibadah yang penuh kekhusyukan dan semakin mendekatkan seorang hamba kepada Allah.

by Abu Umar
0 comments 92 views

I’tikaf merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ibadah ini dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, serta berbagai amal kebaikan lainnya.

Tujuan utama i’tikaf adalah memutus sejenak keterikatan dengan kesibukan dunia agar hati lebih fokus beribadah kepada Allah.

Para ulama menjelaskan bahwa dianjurkan melaksanakan i’tikaf di masjid yang di dalamnya ditegakkan shalat berjamaah. Hal ini agar orang yang beri’tikaf tidak perlu keluar dari masjid hanya untuk melaksanakan shalat berjamaah.

BACA JUGA:  I’tikaf Dimulai Sejak Malam ke-21 Ramadhan

Jika orang yang beri’tikaf termasuk orang yang wajib melaksanakan shalat Jum’at, maka ia tetap harus keluar untuk menunaikan shalat Jum’at apabila masjid tempat i’tikafnya tidak menyelenggarakan shalat tersebut. Namun, lebih utama jika i’tikaf dilakukan di masjid yang juga melaksanakan shalat Jum’at sehingga ibadahnya lebih sempurna dan tidak perlu sering keluar.

Menariknya, berpuasa bukanlah syarat sah i’tikaf. Artinya, seseorang tetap boleh beri’tikaf meskipun tidak sedang berpuasa. Meski demikian, pada bulan Ramadhan biasanya kedua ibadah ini dilakukan bersamaan sehingga menambah kesempurnaan amal seorang hamba.

Dalam menjalankan i’tikaf, terdapat beberapa adab yang perlu dijaga. Orang yang beri’tikaf dianjurkan untuk tetap berada di masjid dan tidak keluar kecuali untuk keperluan yang benar-benar mendesak, seperti makan atau buang hajat. Ia juga dianjurkan tidak menyibukkan diri dengan urusan dunia.

BACA JUGA: Rukun I’tikaf yang Harus Dipenuhi

Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, “Yang sesuai sunnah bagi orang yang beri’tikaf adalah tidak menjenguk orang sakit, tidak menghadiri jenazah, tidak menyentuh wanita, tidak mencumbuinya, dan tidak keluar kecuali untuk kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan.” (HR. Abu Daud).

Dengan menjaga adab-adab ini, i’tikaf akan menjadi ibadah yang penuh kekhusyukan dan semakin mendekatkan seorang hamba kepada Allah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119