Allah Ta‘ala Mahabaik.
Dan Dia hanya menerima yang baik.
Prinsip ini ditegaskan langsung oleh Rasulullah ﷺ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda bahwa Allah memerintahkan orang-orang beriman sebagaimana Dia memerintahkan para Rasul.
Perintah itu sederhana.
Makan yang halal.
Beramal saleh.
Dan sadar bahwa Allah Maha Mengetahui setiap perbuatan hamba-Nya.
Makanan bukan perkara remeh.
Ia masuk ke dalam tubuh.
Menjadi darah.
Menjadi daging.
Lalu memengaruhi hati dan amal.
BACA JUGA: Hewan-hewan yang Haram untuk Dimakan
Karena itu, Allah mengaitkan antara rezeki yang baik dengan amal yang saleh.
Siapa yang menjaga makanannya, ia sedang menjaga ibadahnya.
Siapa yang meremehkan yang halal dan haram, ia sedang mempertaruhkan doanya.
Rasulullah ﷺ lalu memberi gambaran yang mengguncang hati.
Tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh.
Rambutnya kusut.
Tubuhnya berdebu.
Keadaannya sangat layak dikabulkan doanya.
Ia mengangkat tangan ke langit.
Berdoa dengan penuh harap.
“Wahai Tuhanku. Wahai Tuhanku.”
Namun ada masalah besar.
Makanannya haram.
Minumannya haram.
Pakaiannya haram.
Dan tubuhnya tumbuh dari yang haram.
Maka Nabi ﷺ bertanya dengan nada peringatan.
“Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?”
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,
“Hadis ini adalah dalil agung tentang wajibnya menjaga kehalalan makanan.”
Sebab makanan haram adalah penghalang doa.
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,
“Sesungguhnya seorang hamba terhalang dari qiyamul lail karena dosa yang ia lakukan.”
Dan dosa makanan haram termasuk yang paling berat.
Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata,
“Kami dahulu mempelajari dari mana datangnya satu dirham, sebagaimana kalian belajar satu surat dari Al-Qur’an.”
Begitu besar kehati-hatian mereka terhadap rezeki.
Sa‘id bin al-Musayyib rahimahullah berkata,
“Tidaklah doa seorang hamba terangkat ke langit sementara dalam perutnya terdapat yang haram.”
Maka kewajiban kita jelas.
Meneliti apa yang kita makan.
Memperhatikan apa yang kita minum.
Dan memastikan sumbernya halal.
BACA JUGA: Ketika Makanan Haram Masuk ke Tubuh Abu Bakar
Sebab doa adalah senjata orang beriman.
Dan makanan halal adalah kuncinya.
Tanpanya, doa menjadi lemah.
Dan hati menjadi gelap.
Semoga Allah memberi kita rezeki yang halal.
Dan menerima doa-doa kita.
Wallahu a‘lam. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

