Di antara doa yang ringkas namun sarat makna adalah doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ berikut ini:
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَبْنَا وَلا مَبْلَغَ عِلْمِنَا
“Allahumma laa taj‘al mushiibatanaa fii diininaa, wa laa taj‘alid-dunyaa akbara hamminaa wa laa mablagha ‘ilminaa.”
“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan musibah dalam urusan agama kami, dan jangan pula Engkau jadikan dunia ini sebagai tujuan terbesar dan puncak dari ilmu kami.” (HR. At-Tirmidzi)
BACA JUGA: Hukum Berdoa dalam Shalat
Doa ini menunjukkan betapa Islam memandang kehidupan dengan keseimbangan yang sangat halus. Musibah dalam harta, kesehatan, atau urusan dunia lainnya masih mungkin ditanggung. Namun musibah dalam agama—hilangnya iman, rusaknya tauhid, atau terjerumusnya seseorang ke dalam maksiat—itulah musibah yang paling berat.
Ulama salaf sangat menaruh perhatian besar pada keselamatan agama. Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Musibah yang paling ringan adalah hilangnya dunia, dan musibah yang paling berat adalah rusaknya agama.” Sebab dunia, seberapapun besarnya, akan berakhir. Sedangkan agama adalah bekal menuju kehidupan yang abadi.
Bagian kedua doa ini mengingatkan kita agar dunia tidak menjadi tujuan terbesar dan puncak ilmu kita. Banyak orang cerdas, berpendidikan tinggi, dan luas wawasannya, namun seluruh ilmunya hanya berhenti pada urusan dunia: harta, jabatan, popularitas, dan kenikmatan sesaat. Padahal ilmu sejati adalah ilmu yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah.
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah berkata, “Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman, karena makanan dan minuman dibutuhkan sekali atau dua kali sehari, sedangkan ilmu dibutuhkan setiap waktu.” Ilmu yang dimaksud tentu bukan sekadar pengetahuan duniawi, tetapi ilmu yang membimbing hati agar tetap lurus di jalan Allah.
BACA JUGA: Agar Didoakan Malaikat Ketika Tidur
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu juga mengingatkan, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah untuk hari di mana kalian akan diperlihatkan.” Nasihat ini sejalan dengan doa di atas: jangan sampai perhatian kita habis untuk dunia, sementara akhirat terlupakan.
Doa ini mengajarkan kita untuk selalu menata prioritas hidup. Dunia bukan untuk ditinggalkan, tetapi juga bukan untuk diagungkan. Ia hanyalah sarana, bukan tujuan. Tujuan sejati seorang mukmin adalah ridha Allah dan keselamatan di akhirat.
Maka, marilah kita biasakan membaca doa ini, terutama di tengah ujian kehidupan. Semoga Allah menjaga agama kita dari segala fitnah, melapangkan urusan dunia secukupnya, dan menjadikan ilmu kita sebagai jalan menuju kebaikan dunia dan kebahagiaan akhirat. Aamiin. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

