Dalam Musnad Imam Ahmad, dari Abdullah bin Mas’ud, yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi bersabda:
“Tidaklah seseorang ditimpa kegundahan atau kesedihan lalu berucap: “Ya Allah, sungguh aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu (Adam). Anak dari hamba wanita-Mu (Hawa), ubun-ubunku di tangan-Mu, hukum-Mu berlaku bagiku, serta ketetapan-Mu itu adil terhadapku.
BACA JUGA: 11 Syarat Terkabulnya Doa
“Ya Allah, aku meminta-Mu dengan segala nama yang Kau miliki, yang Engkau menamai diri-Mu dengannya, lalu atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau rahasiakan dalam ilu gaib yang terdapat di sisi-Mu, maka jadikanlah Alquran yang mulia sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku, lenyap kesedihanku, dan penghilang kegundahanku,”
“Melainkan Allah akan menghilangkan kegundahan dan kesedihan orang tersebut kemudian menggantikannya dengan kegembiraan.”
Seorang bertanya: “Wahai Rasulullah, bolehkah kami mempelajarinya?”
BACA JUGA: Doa agar Tak Malas Ibadah
Beliau menjawab: “Tentu. Sudah seharusnya orang yang mendengar doa tersebut mempelajarinya.”
Abdullah Bin Masud berkata: “Tidaklah seorang nabi tertimpa kesusahan, melainkan ia akan memohon pertolongan kepada Allah dengan bertasbih.” []
Sumber: Ad daa Wad Dawaa, Macam-macam Penyakit hati yang Membahayakan dan Resep Pengobatannya, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam As-Syafi’i, Cetakan ke-10 November 2016 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

