Telah sampai kepada kita berita yang pasti tentang hari kiamat. Ia bukan sekadar kisah atau bayangan, melainkan sebuah kepastian yang akan terjadi. Namun, rahasia besar kapan waktunya tetap tersimpan di sisi Allah. Tidak ada seorang pun manusia, jin, bahkan malaikat sekalipun yang mengetahui kapan kiamat akan tiba. Allah hanya menyingkapkan tanda-tandanya, sedangkan hakikat datangnya tetap tersembunyi.
Al-Qur’an menjelaskan bahwa hari itu bukanlah hari biasa. Ia adalah hari yang agung, hari kebangkitan sekaligus hari perhitungan amal. Allah berfirman:
وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حٰسِبِيْنَ
“Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala atau dosa). Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya: 47)
BACA JUGA: 7 Manusia yang Dilindungi Allah SWT di Hari Kiamat
Inilah Yaumil Hisab, hari di mana setiap amal manusia akan diperiksa dengan teliti. Tidak ada yang luput, baik amal besar maupun sekecil biji sawi. Pada hari itu, tidak ada ruang untuk berkelit, tidak ada kesempatan untuk kembali, dan tidak ada tempat untuk bersembunyi.
Keadaan yang Mengerikan
Hari perhitungan itu sangat menakutkan. Manusia sibuk hanya dengan dirinya sendiri, memikirkan bagaimana cara selamat dari azab Allah. Bahkan, kasih sayang yang dulu begitu kuat di dunia seakan hilang. Allah menggambarkan suasana tersebut dalam firman-Nya:
“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. ‘Abasa: 34–37)
Ibn Katsir rahimahullah menafsirkan ayat ini: “Setiap orang pada hari itu hanya peduli pada dirinya sendiri. Ia tidak lagi ingat kepada yang lain, meskipun orang-orang terdekatnya. Bahkan, ia akan lari darinya karena takut dituntut atas hak-hak yang pernah ia lalaikan di dunia.”
Ada dua sebab manusia lari dari orang yang dahulu dicintainya. Pertama, karena ia tak mampu memberi kebaikan atau syafaat apapun. Kedua, bisa jadi ia justru banyak menzhalimi dan melalaikan hak mereka ketika masih hidup di dunia.
Nasihat Ulama Salaf
Para ulama salaf sangat menyadari dahsyatnya hari ini. Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari-hari. Jika satu hari berlalu, maka hilanglah sebagian darimu. Maka siapkanlah dirimu untuk hari perhitungan, karena ia pasti akan datang.”
BACA JUGA: Mengapa Hari Kiamat Disebut Hari Keputusan?
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah juga pernah berpesan: “Beramallah untuk hari di mana amalmu ditimbang, lisanmu dibungkam, dan tubuhmu menjadi saksi atas apa yang engkau lakukan.”
Nasihat ini mengingatkan kita bahwa Yaumil Hisab bukan sekadar teori, melainkan sebuah janji Allah yang pasti.
Penutup
Maka, sudah sepatutnya seorang mukmin mempersiapkan diri dengan amal saleh, taubat yang tulus, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Hari itu bukan hari yang bisa dihindari, dan tidak ada yang bisa menyelamatkan kita selain rahmat Allah dan amal yang ikhlas.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang ringan hisabnya dan mendapat perlindungan-Nya di hari yang penuh huru-hara itu. Wallahu a’lam bish-shawab. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

