Setiap insan pasti pernah merasakan rasa khawatir dalam hidupnya. Namun, kerisauan seorang Muslim sejati seharusnya berbeda dengan rasa cemas yang dirasakan kebanyakan manusia. Kekhawatiran seorang mukmin tidak hanya berkisar pada perkara duniawi semata, melainkan pada hal-hal besar yang menyangkut keselamatan iman, ketaatan, dan hubungan dengan sesama manusia.
Seorang Muslim hendaknya selalu risau akan tiga hal penting.
Pertama, kerisauan terhadap imannya.
Iman adalah nikmat terbesar yang Allah berikan, namun ia juga sesuatu yang tidak tetap. Naik dan turunnya iman merupakan sunnatullah dalam kehidupan. Karenanya, seorang mukmin akan selalu bertanya dalam hatinya: “Apakah iman ini akan tetap menyertai diriku hingga akhir hayat, ataukah ia akan lenyap sebelum aku menemui Rabb-ku?” Kekhawatiran semacam ini akan mendorong seseorang untuk senantiasa memperbarui keimanan dengan zikir, doa, dan amal saleh.
BACA JUGA: Adzan: Seruan Agung yang Menggetarkan Hati Seorang Muslim
Kedua, risau terhadap perintah Allah.
Tidak ada seorang pun yang dapat memastikan dirinya mampu menjalankan seluruh perintah-Nya dengan sempurna. Shalat, zakat, puasa, dan kewajiban lain sering kali kita laksanakan dengan berbagai kekurangan. Seorang Muslim yang berakal sehat tidak akan merasa puas dengan amal yang ia kerjakan, melainkan selalu takut kalau-kalau ibadahnya ditolak. Kerisauan semacam ini bukanlah kelemahan, justru menjadi dorongan agar ia memperbaiki kualitas ketaatan dari hari ke hari.
Ketiga, seorang Muslim juga risau terhadap orang-orang yang memiliki sangkut paut dengannya.
Baik dalam urusan keluarga, muamalah, maupun pergaulan sehari-hari. Sebab, setiap hak manusia yang pernah ia langgar akan menjadi tuntutan kelak di hadapan Allah. Tidak ada yang lebih berat daripada berdiri di hadapan Rabbul ‘Alamin sambil membawa dosa karena merugikan atau menyakiti sesama. Oleh karena itu, seorang mukmin yang cerdas akan berusaha membersihkan dirinya dari tuntutan orang lain dengan cara meminta maaf, mengembalikan hak, atau menunaikan kewajiban sebaik mungkin.
BACA JUGA: 6 Ketakutan Seorang Mukmin yang Membuatnya Selamat
Sayangnya, banyak orang justru mengabaikan tiga kerisauan besar ini. Mereka lebih sibuk merisaukan perkara dunia, seperti harta, kedudukan, atau pandangan manusia. Padahal, jika ketiga hal pokok tadi terjaga, urusan dunia akan lebih ringan untuk dijalani.
Mereka yang tidak memikirkan iman, perintah Allah, dan tanggungan terhadap sesama digolongkan sebagai orang yang tidak mengenal sedih dan senang yang sejati. Sebab, makna kebahagiaan sejati bukanlah terletak pada dunia yang melimpah, melainkan pada hati yang tenang karena selamat dari kemurkaan Allah.
Maka, marilah kita menata ulang kerisauan kita. Jangan sampai hidup berlalu tanpa memikirkan hal yang paling hakiki. Semoga Allah menjaga iman, memberi kekuatan dalam ketaatan, dan melindungi kita dari tuntutan sesama manusia di hari kiamat. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

