Shalat bukan hanya sekadar gerakan tubuh atau bacaan lisan, tetapi ia adalah tiang agama, penghubung seorang hamba dengan Rabb-nya, dan tanda nyata iman di dalam hati. Betapa banyak nikmat Allah yang kita rasakan, namun seringkali kita lalai dari kewajiban yang paling agung ini.
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata, “Wahai anak Adam, sesungguhnya shalatmu adalah bagian dari agamamu. Barangsiapa menyia-nyiakannya, maka ia akan menyia-nyiakan bagian lainnya.” Kata-kata ini seharusnya menggugah hati kita, betapa besar kerugian bagi siapa saja yang meninggalkan shalat.
Bagi yang masih meninggalkan shalat, sadarilah bahwa bukan hanya kewajiban yang ditinggalkan, tetapi sebuah ikatan dengan Allah yang diputuskan. Ibnul Qayyim rahimahullah menegaskan, “Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.”
Pernyataan tegas ini bukan untuk menakut-nakuti semata, melainkan sebagai peringatan keras agar kita kembali kepada Rabb kita sebelum ajal menjemput. Hidup terlalu singkat untuk dibiarkan hanyut dalam kelalaian, sementara kematian datang tanpa memberi kabar.
Mari kita bayangkan, jika hari ini adalah hari terakhir kita hidup, apakah kita rela meninggalkan dunia tanpa membawa bekal shalat? Sesungguhnya, shalat adalah cahaya yang menerangi kubur, penolong di hari kebangkitan, dan penyelamat di hadapan Allah kelak.
BACA JUGA: Shalat di Tempat yang Gelap, Bolehkah?
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Sesungguhnya tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.” Semoga kata-kata ini mengetuk hati, menyadarkan langkah, dan menggerakkan jiwa untuk kembali mendirikan shalat sebelum semuanya terlambat.
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

