Saudaraku,
Kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Kita datang ke dunia tanpa membawa apa-apa, dan akan kembali kepada Allah membawa amal—baik maupun buruk. Setiap detik waktu yang berlalu, setiap ucapan, perbuatan, bahkan bisikan hati… semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.
Allah ﷻ berfirman: “Dan setiap mereka akan datang kepada-Nya pada hari kiamat secara sendiri-sendiri.” (QS. Maryam: 95)
Saudaraku,
Hari hisab (perhitungan amal) bukan sekadar hari biasa. Ia adalah hari yang sangat berat, yang membuat bayi beruban dan langit terbelah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat hal: umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya bagaimana ia mengamalkannya, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tubuhnya untuk apa digunakan.” (HR. Tirmidzi, no. 2417)
BACA JUGA: Saudaraku, Kesombongan: Penghalang Menuju Surga
Bayangkan, Saudaraku, setiap detik umur akan ditanya. Bukan hanya perbuatan besar, bahkan ucapan kecil pun tidak luput dari catatan. Allah ﷻ berfirman: “Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang siap mencatat.” (QS. Qaf: 18)
Para ulama salaf sangat takut terhadap hisab. Mereka memahami betapa detail dan telitinya perhitungan Allah. Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
“Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka sebagian dari dirimu ikut pergi.” (Ad-Durr al-Manthur, 5/292)
Saudaraku,
Jangan tertipu oleh kesibukan dunia. Jangan sampai kita merasa aman hanya karena masih diberi kesehatan dan kelapangan. Karena pada akhirnya, semua akan dimintai jawaban. Harta, jabatan, keluarga, bahkan waktu senggang—semuanya bukan milik kita, tapi amanah yang kelak akan dihisab.
BACA JUGA: Saudaraku, Lapangnya Hati Ada dalam Sedekah
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Orang yang beriman tidak akan tenang, sampai dia berdiri di depan Allah dan tahu ke mana akhirnya.”
Saudaraku, mari kita introspeksi sebelum dihisab. Periksa amal sebelum amal itu diperiksa. Renungkan perkataan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu:
“Hisablah dirimu sebelum kalian dihisab. Timbanglah amal kalian sebelum amal itu ditimbang.”
(Ibn Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, QS. Al-Hasyr: 18)
Saudaraku, hari hisab adalah keniscayaan. Maka persiapkanlah diri dengan taubat, amal shalih, dan kejujuran dalam hidup. Karena pada hari itu, tidak ada lagi tempat bersembunyi, kecuali kepada Allah Yang Maha Adil. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

