Allah berfirman:
يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُم مَن ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ….. ))
“Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk….” (QS. Al-Ma-idah: 105)
Aku mendengar Rasulullah bersabda:
(( إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ – وَفِي لَفْظ : إِذَا رَأَوُا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ؛ يُوْشِكُ أَنْ يَعْمَهُمُ اللَّهُ بِعِقَابِ مِنْ عِنْدِهِ))
“Sesungguhnya, jika manusia melihat orang zhalim, lantas tidak mencegahnya (dalam lafazh lain disebutkan: Jika mereka melihat kemunkaran lantas tidak mengubahnya), maka hampir-hampir Allah menimpakan adzab secara menyeluruh kepada mereka.”
BACA JUGA: 3 Pokok Kemaksiatan
Al-Auza’i menyebutkan hadits dari Yahya bin Abi Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia mengatakan bahwasanya Rasulullah bersabda:
(( إِذَا خَفِيَتِ الْخَطِيئَةُ لَمْ تَضُرَّ إِلَّا صَاحِبَهَا، وَإِذَا ظَهَرَتْ فَلَمْ تُغَيَّرُ ضَرَّتِ
العامة.))
“Apabila dosa itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi, maka ia hanya memudharatkan pelakunya. Namun, kalau dosa itu dilakukan terang-terangan dan tidak diubah, maka ia akan menimbulkan kemudharatan umum. ”
Imam Ahmad mengisahkan; Umar bin al-Khaththab pernah berkata: “Hampir saja desa-desa yang makmur itu hancur.” Ada yang bertanya: “Bagaimana bisa hancur, padahal desa itu makmur?” Umar menjawab: “Hal itu mungkin terjadi jika orang-orang durhaka menguasai orang-orang baik dan orang-orang munafik mengatur kabilah yang ada.”
Al-Auza’i menyebutkan dari Hassan bin ‘Athiyyah, dari Nabi, beliau bersabda:
(( سَيَظْهَرُ شِرَارُ أُمَّتِي عَلَى خِيَارِهَا، حَتَّى يَسْتَخْفِي الْمُؤْمِنُ فِيْهِمْ، كَمَا يَسْتَخْفِي الْمُنَافِقُ فِيْنَا الْيَوْمَ.))
“Orang-orang jahat dari umatku akan mengungguli orang-orang baik. Sampai-sampai, orang Mukmin akan bersembunyi di antara mereka, seperti orang munafik saat ini bersembunyi di antara kita.”
BACA JUGA: Orang-orang yang Berbuat Dosa
Ibnu Abid Dun-ya menyebutkan hadits dari Ibnu Abbas 177 dia me-marfu’-kannya, bahwasanya Nabi bersabda:
(( يَأْتِي زَمَانُ يَذُوبُ فِيْهِ قَلْبُ الْمُؤْمِنِ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ )) ، قِيلَ : مِمَّ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: (( فِيْمَا يَرَى مِنَ الْمُنْكَرِ لَا يَسْتَطِيعُ تَغْبِيرَهُ ))
“Akan datang suatu masa ketika hati seorang Mukmin waktu itu seperti garam yang larut dalam air.” Ada yang bertanya: “Mengapa itu terjadi, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Disebabkan orang itu melihat kemunkaran namun tidak mampu mengubahnya.
Imam Ahmad menyebutkan hadits dari Jabir, bahwasanya Nabi bersabda:
(( مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيْهِمْ بِالْمَعَاصِي، هُمْ أَعَزُّ وَأَكْثَرُ مِمَّنْ يَعْمَلُهُ، لَمْ يُغَيِّرُوهُ؛ إِلَّا عَمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ.))
“Tidaklah terdapat berbagai kemaksiatan pada suatu kaum lantas mereka tidak mengubahnya, padahal mereka lebih kuat dan lebih banyak daripada pelaku maksiat tersebut, melainkan Allah akan menimpakan adzab kepada mereka secara menyeluruh.” []
Sumber: Ad-Daa’ wad Dawaa’, Macam-macam Penyakit hati yang Membahayakan dan Resep Pengobatannya, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam As-Syafi’i, Cetakan ke-10 November 2016 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

