Home KajianPenciptaan Ruh

Penciptaan Ruh

Pensyarah kitab Ath-Thahawiyah menjelaskan, terdapat perbedaan pendapat tentang ruh, apa esensi ruh? Ada yang berpendapat, ruh adalah inti materi.

by Abu Umar
0 comments 328 views

Syaikhul islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, ruh manusia adalah makhluk yang diciptakan berdasarkan kesepakatan salaf, imam-imam umat dan seluruh ahlus sunnah. Banyak sekali imam-imam kaum muslimin yang menyampaikan adanya ijma’ bahwa ruh adalah ciptaan (makhluk), seperti Muhammad bin Nashr al-Marwazi, seorang imam ternama, imam yang paling tahu ijma dan perbedaan pendapat di masanya, atau salah satu diantaranya. Seperti itu juga Muhammad bin Qutaibah.”

Pensyarah kitab Ath-Thahawiyah menjelaskan, ahlus sunnah wal jamaah sepakat, ruh adalah makhluk. Diantara yang menukil ijma’ tersebut adalah Muhammad bin Nashr al-Marwazi, Ibnu Qutaibah dan lainnya.

BACA JUGA: Mengingat Kematian

Di antara dalil bahwa ruh adalah makhluk; Allah an ber firman: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu.” (QS. Ar-Rad: 16) Ayat ini umum, tidak ada yang mengkhususkannya sama sekali. Sifat-sifat Allah tidak termasuk di dalamnya karena sifat termasuk dalam inti nama. Allah adalah Tuhan yang menyandang sifat-sifat sempurna. Ilmu, kuasa, kehidupan, pendengaran, penglihatan dan semua sifat-sifat-Nya termasuk dalam inti nama-Nya. Allah dengan Dzat dan sifat-sifat-Nya adalah Pencipta, selain Dia adalah makhluknya. Seperti yang kita ketahui, ruh bukan Allah, bukan pula salah satu di antara sifat-sifat-Nya, hanya merupakan salah satu ciptaan-Nya.

Esensi Ruh

Pensyarah kitab Ath-Thahawiyah menjelaskan, terdapat perbedaan pendapat tentang ruh, apa esensi ruh? Ada yang berpendapat, ruh adalah inti materi. Yang lain menyatakan, ruh bukan inti materi. Ada juga yang menyatakan, kami tidak tahu apakah ruh materi inti ataukah bukan? Yang lain berpendapat, ruh tidak lain adalah perpaduan antara empat unsur.

Ada yang berpendapat, ruh adalah darah murni tanpa kotoran. Ada juga yang menyatakan, ruh adalah insting panas dalam tubuh, yaitu kehidupan. Petunjuk Al-Qur’an, sunnah, ijma’ sahabat dan dalil akal menunjukkan, ruh adalah materi yang berbeda dengan sensi jasad yang terlihat dan dapat diraba.

BACA JUGA:  Pandangan Mengikuti Ruh saat Dicabut

Ruh adalah materi yang bersifat seperti cahaya, tinggi, ringan, bergerak, menembus materi raga, mengalir di dalam raga laksana aliran air dalam mata air, laksana zat minyak dalam minyak, dan kobaran api dalam arang. Selama raga masih mampu menerima efek efek materi yang sangat lembut ini, ruh akan tetap mengalir dalam raga itu, sehingga raga bisa merasa, bergerak dan berkehendak. Dan. ketika jasad rusak karena banyaknya campuran dan tidak lagi mampu menerima efek-efek ruh, ruh akan keluar meninggalkan raga dan beralih ke alam ruhani.” []

Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Misteri Kematian – Menguak Fenomena Kematian & Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119