Minggu, 8 November 2026

5 Keutamaan Utsman bin Affan

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu adalah sosok teladan dalam akhlak, kedermawanan, dan kecintaan pada Al-Qur’an.

Fiqih pada Masa Nabi, Abu Dawud

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu dari Khulafaur Rasyidin dan termasuk sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah ﷺ. Sosoknya dikenal dengan sifat pemalu, dermawan, dan sangat mencintai Al-Qur’an. Berikut lima keutamaan yang membuat Utsman bin Affan menjadi salah satu figur agung dalam sejarah Islam:

Daftar isi
  1. 1. Dua Kali Menjadi Menantu Rasulullah ﷺ
  2. 2. Dikenal Sangat Dermawan
  3. 3. Pengumpul dan Penyatu Mushaf Al-Qur’an
  4. 4. Sangat Pemalu Hingga Malaikat Pun Malu
  5. 5. Syahid di Tangan Pemberontak, Tetap Membaca Al-Qur’an
  6. Penutup

1. Dua Kali Menjadi Menantu Rasulullah ﷺ

Utsman adalah satu-satunya sahabat yang menikah dengan dua putri Rasulullah ﷺ. Pertama ia menikahi Ruqayyah, dan setelah wafatnya, Rasulullah menikahkannya dengan Ummu Kultsum. Maka beliau dijuluki Dzun Nurain (yang memiliki dua cahaya). Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kalau aku punya putri ketiga, aku akan nikahkan juga dengannya.” (HR. Ahmad dan al-Hakim, sanad hasan)

BACA JUGA:  Utsman bin Affan Semasa Jahiliyah

2. Dikenal Sangat Dermawan

Utsman terkenal luar biasa dalam kedermawanan. Salah satu peristiwa besar adalah saat kaum Muslimin membutuhkan air, dan ia membeli sumur Raumah lalu mewakafkannya untuk umat. Dalam Perang Tabuk, ia juga menyumbang 950 ekor unta, 50 kuda, dan 1000 dinar.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada yang membahayakan Utsman setelah hari ini.” (HR. Tirmidzi no. 3701)

3. Pengumpul dan Penyatu Mushaf Al-Qur’an

Saat menjadi khalifah, Utsman memerintahkan untuk menyatukan bacaan Al-Qur’an ke dalam satu mushaf resmi (Mushaf Utsmani) guna mencegah perbedaan qira’at yang dapat memecah umat. Jasa ini sangat besar dalam menjaga keutuhan Al-Qur’an hingga hari ini.

4. Sangat Pemalu Hingga Malaikat Pun Malu

Utsman dikenal memiliki rasa malu yang luar biasa. Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Tidakkah aku malu kepada seseorang yang para malaikat pun malu kepadanya?” (HR. Muslim no. 2401)

Kehalusan akhlak dan kesantunan Utsman menjadi teladan besar bagi umat Islam sepanjang masa.

BACA JUGA:  Di Balik Surat Palsu Atas Nama Utsman bin Affan

5. Syahid di Tangan Pemberontak, Tetap Membaca Al-Qur’an

Meski menjadi khalifah dan dicintai umat, Utsman wafat dalam keadaan syahid di rumahnya sendiri saat membaca Al-Qur’an. Darahnya menetes di mushaf, menjadi bukti cintanya yang dalam kepada kitabullah.

Penutup

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu adalah sosok teladan dalam akhlak, kedermawanan, dan kecintaan pada Al-Qur’an. Keutamaannya menunjukkan betapa agung kedudukannya di sisi Allah dan Rasul-Nya. Semoga kita bisa meneladani keikhlasan dan kontribusinya dalam menjaga agama ini. []

Tinggalkan komentar